Menko PMK: Kasus Kematian Balita RY, Jadi Alarm Nasional Perbaikan Sistem Layanan Dasar

  • Whatsapp
Img 20250823 Wa0093

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan kasus meninggalnya balita Siti Raya (4) akibat infeksi cacing di Sukabumi menjadi alarm nasional untuk memperbaiki sistem layanan kesehatan dasar di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Pratikno usai menghadiri pengukuhan Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK sebagai Guru Besar Fisiologi Olahraga Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Sabtu (23/8/2025).

Bacaan Lainnya

“Siti Raya itu bagi kami adalah sebuah alarm nasional. Jadi kita telah diberi alarm dengan kasus itu untuk memperbaiki semua hal,” terang Pratikno.

Menurutnya, tim Kemenko PMK telah turun langsung ke Sukabumi untuk menangani persoalan administrasi keluarga Siti Raya yang sebelumnya tidak memiliki dokumen kependudukan.

“Dukcapil sudah menerbitkan KTP, kartu keluarga, dan juga langsung didaftarkan BPJS untuk seluruh anggota keluarga,” ujarnya.

Pratikno menegaskan, pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dengan mengaktifkan peran desa, posyandu, dan puskesmas agar setiap warga negara tercatat dalam sistem kependudukan serta memiliki akses jaminan kesehatan.

“Kalau iuran BPJS tidak bisa dibayar oleh warga, maka pemerintah melalui program PBI dari Kemensos yang menanggung. Kalau tidak masuk daftar PBI, bisa dibayar Pemda lewat transfer ke daerah atau bahkan menggunakan dana desa,” jelasnya.

Ia juga menekankan, pemerintah telah menerbitkan regulasi agar dana desa bisa difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar, termasuk iuran BPJS, perbaikan sanitasi, hingga renovasi rumah.

“Kementerian PUPR juga punya program renovasi rumah, jadi ini semua kita konsolidasikan agar kasus serupa tidak terulang kembali,” tambahnya.

Selain perbaikan infrastruktur dasar, Pratikno menyebut pemerintah juga memperbaiki Standar Operasional Prosedur (SOP) di layanan kesehatan.

Ia mencontohkan distribusi obat cacing yang semestinya diminum langsung di depan petugas, bukan hanya diserahkan kepada orang tua. Begitu juga soal rujukan pasien dari puskesmas ke rumah sakit.

“Puskesmas bukan hanya memberi rujukan lalu selesai, tapi juga harus menjamin pasien benar-benar mendapat layanan rumah sakit. Kalau ada kendala transportasi, puskesmas wajib mengawal,” tegasnya.

Pratikno menambahkan, langkah cepat ini disertai pemberian bantuan langsung kepada keluarga Siti Raya. Namun yang lebih penting, katanya, adalah memastikan perbaikan dilakukan secara nasional.

“Kami sudah menyampaikan belasungkawa dan memberikan bantuan. Tapi yang utama, jangan sampai ada lagi anak Indonesia yang mengalami nasib serupa. Itu komitmen pemerintah,” pungkasnya.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *