SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Publikasi adalah upaya merangkai cerita, membangun interaksi, sekaligus meninggalkan jejak digital yang kelak menjadi bagian dari sejarah.
Peran dan tanggungjawab inilah yang saat ini diemban Sie Publikasi dan Dokumentasi (Pubdok) PKKMB 2025 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.
Koordinator Sie Pubdok Rahmania Zilfi, S.Sos., M.Med.Kom., mengatakan publikasi bukan hanya sekadar memotret atau mengunggah foto melainkan banyak hal khususnya menjadi bagian dari sebuah sejarah kampus.
“Kami bertanggung jawab memublikasikan seluruh rangkaian PKKMB, mulai dari pra-acara hingga puncak Campus Expo. Semua dokumentasi digital akan tersimpan dan dapat diakses menjadi sejarah publik,” terang Rahmania, Rabu (27/08/25).
Tim yang beranggotakan 5 orang ini, sejak Maret 2025 usai tema besar PKKMB 2025 ‘Merah Putih Mengakar, Patriotisme Berkobar’ ditetapkan, telah menyusun pola pemberitaan, strategi konten, hingga konsep dokumentasi yang akan ditayangkan
Lima orang anggota tim dengan tugas yang berbeda ini masing-masing Vania Shafa Meidina sebagai reporter, Olivia Yuniara Parinussa sebagai kreator konten, A.A.G. Agung Aditya Satwikayadnya sebagai fotografer, M. Abdulloh sebagai desainer grafis, dan Fahmi Abdillah sebagai videografer.
“Kami ingin publikasi tidak berhenti pada momentum acara, tetapi menjadi dokumentasi berkelanjutan yang merekam perjalanan mahasiswa baru sejak orientasi hingga akhir,” ujar Rahmania.
PKKMB Untag Surabaya 2025 akan berlangsung pada 2, 3, 4, dan 6 September 2025. Rangkaian ditutup dengan Campus Expo pada 4 Oktober 2025 yang menghadirkan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta penampilan spesial dari grup musik Juicy Luicy.
Selama kegiatan, Sie Pubdok menyiapkan liputan harian, dokumentasi visual, hingga video rekap yang diunggah melalui akun resmi Instagram @pkkmbuntagsby25 dan kanal Kampus Merah Putih @kitauntagsby.
Rahmania menegaskan, tantangan terbesar tim adalah menjaga akurasi informasi agar sesuai dengan tema besar PKKMB sekaligus menghindari kesalahpahaman publik.
“Kami harus memastikan konten tetap relevan dan selaras dengan pesan utama acara,” tambahnya.
Selain akurasi, kreativitas menjadi perhatian utama. Setiap liputan, foto, dan video dirancang agar informatif sekaligus menarik, sehingga dapat meningkatkan interaksi dan kedekatan mahasiswa baru dengan kampus.
“Dokumentasi yang kami hasilkan bukan sekadar catatan kegiatan, tetapi juga arsip digital jangka panjang yang dapat menjadi referensi bagi penyelenggaraan PKKMB di tahun-tahun berikutnya,” jelas Rahmania.
Konsistensi publikasi di media sosial juga diharapkan mampu memperkuat identitas kampus serta meninggalkan kesan positif bagi mahasiswa baru.(**)






