Bojonegoro — Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak begitu kental di Dukuh Lemah Bang, Desa Margo Mulyo, Kecamatan Balen, pada Minggu (19/10/2025). Lebih dari 1.000 ontelis dari berbagai daerah berkumpul untuk mengikuti “Ngontel Bareng Sepeda Kuno”, sebuah kegiatan yang tidak hanya mengusung semangat olahraga, tetapi juga melestarikan warisan budaya transportasi tempo dulu.
Acara dimulai dari Lapangan Desa Margo Mulyo dengan rute sepanjang 19 kilometer yang melewati 10 desa, di antaranya Bulu, Bujel, dan Mayang Kawis. Para peserta menempuh jalur Bulu ke barat—Prapatan Bujel ke barat—Mayang Kawis, hingga finis kembali di lapangan desa. Rute ini tidak hanya menantang, tetapi juga menyajikan panorama pedesaan yang asri dan ramah lingkungan.
Ketua Panitia, Yeyen, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas antusiasme peserta yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur bahkan luar provinsi.
“Kami sangat berterima kasih atas partisipasi para ontelis. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus upaya untuk menjadikan Bojonegoro, khususnya Kecamatan Balen, dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan sepeda kuno di Jawa Timur,” ujarnya.
Kepala Desa Margo Mulyo, Arif Rohman, S.E., juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia berharap agar acara ngontel bareng ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang masuk dalam kalender kegiatan KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia).
“Ini bukan sekadar hobi, tapi juga pelestarian sejarah dan budaya. Semoga tahun depan bisa lebih meriah dan menjadi agenda resmi KOSTI,” tutur Kades Arif Rohman.
Menariknya, kegiatan ini turut dimeriahkan oleh kehadiran ontelis dari Cirebon yang menjadi ikon dalam arak-arakan, serta peserta berambut panjang dari Tegal, Jawa Tengah, yang mencuri perhatian banyak penonton dengan penampilan khasnya.
Selain menjadi ajang nostalgia, acara ini juga mempererat hubungan antar-komunitas sepeda tua di seluruh Indonesia. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kegiatan “Ngontel Bareng Sepeda Kuno” di Margo Mulyo tahun ini sukses digelar dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
Sebagaimana harapan panitia dan pemerintah desa, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya sebagai wujud pelestarian budaya bersepeda dan semangat kebersamaan warga pedesaan. (JK)






