RSUD dr. Iskak Tulungagung Gunakan Dana Cukai Tembakau untuk Modernisasi Layanan Kesehatan

  • Whatsapp
Img 20251111 Wa0015

Tulungagung, Nusantaraabadinews.com Rumah sakit dr. Iskak Tulungagung memastikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 dimanfaatkan sepenuhnya untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, terutama melalui pengadaan alat kesehatan berstandar rumah sakit tipe A.

Hal ini ditegaskan oleh Plt. Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A., M.Kes, menindaklanjuti surat dari Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung tertanggal 21 Oktober 2025, Nomor 400.14.9/1910/20.30.02/2025, tentang publikasi kegiatan bersumber dari DBHCHT.

“Pemanfaatan DBHCHT tahun ini kami fokuskan untuk pengadaan alat kesehatan di berbagai unit pelayanan, agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih cepat, nyaman, dan sesuai standar mutu rumah sakit tipe A,” ujar dr. Zuhrotul Aini, Rabu (5/11/2025).

Dana DBHCHT tahun 2025 dialokasikan untuk memperkuat layanan di sejumlah unit utama, seperti rawat jalan, kemoterapi, perawatan intensif, pembedahan, dan instalasi gawat darurat (IGD).

Sebagai rumah sakit tipe A, RSUD dr. Iskak memiliki kemampuan melakukan operasi bedah jantung terbuka, sebuah tindakan medis berisiko tinggi yang memerlukan fasilitas ruang intensif berstandar nasional.

“Operasi jantung adalah prosedur dengan risiko besar. Karena itu, dukungan ruang intensif yang lengkap dan alat vital yang memadai menjadi faktor utama keberhasilan pemulihan pasien,” tegas dr. Aini.

Unit bedah sentral RSUD dr. Iskak tercatat sebagai salah satu yang paling aktif di Jawa Timur, dengan jumlah operasi tinggi setiap bulannya. Untuk menjaga mutu pelayanan, rumah sakit terus memperbarui peralatan bedah mutakhir dan meningkatkan kompetensi SDM kesehatan di bidang pembedahan.

Di sisi lain, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Iskak kini dilengkapi dengan sistem Tulungagung Emergency Medical Services (TEMS) yang terintegrasi dengan Public Service Center (PSC) dan dapat diakses melalui call center 0355-320119.

IGD juga menjalankan program unggulan SKA (Saves the Killer Attack), yang dikhususkan untuk penanganan cepat pasien serangan jantung — sebuah inovasi layanan darurat yang menjadi percontohan nasional.

“Melalui DBHCHT, kami bisa melengkapi peralatan vital di IGD agar setiap kondisi kritis bisa ditangani dalam hitungan menit,” terang dr. Aini.

Dengan dukungan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, RSUD dr. Iskak Tulungagung menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memastikan penggunaan dana publik tepat sasaran dan transparan.

“Kami berterima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah. DBHCHT menjadi penguat komitmen kami untuk terus berinovasi dalam pelayanan kesehatan, agar masyarakat Tulungagung dan sekitarnya mendapatkan layanan terbaik,” pungkas dr. Zuhrotul Aini. (SUP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *