Tasyakuran Gelar Pahlawan Nasional Syaikhona Kholil, Seruan Hidupkan Warisan Ulama Nusantara

  • Whatsapp
Screenshot 20251117 225405 Chrome

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com Momentum penganugerahan gelar pahlawan Syaikhona Muhammad Kholil membangunkan semua untuk kembali menggali dan menguatkan warisan keilmuannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam acara Tasyakuran Gelar Pahlawan Nasional untuk Syaikhona Kholil di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (15/11/2025) malam.

Suasana haru dan khidmat menyelimuti acara yang dihadiri keluarga besar, para ulama, serta tokoh daerah dari berbagai wilayah.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil sebelumnya dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2025 di Istana Negara.

Negara menilai kontribusi besar ulama asal Bangkalan itu dalam membangun pendidikan pesantren, melahirkan tokoh-tokoh pergerakan, serta merumuskan karakter kebangsaan yang moderat, toleran, dan berakar pada nilai-nilai keislaman.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa kedalaman ilmu Syaikhona Kholil telah lama melampaui batas-batas geografis. Tradisi keilmuan beliau, kata Khofifah, menjadi rujukan tidak hanya bagi umat Islam Nusantara tetapi juga mengundang perhatian dunia internasional. Ketika karya para ulama Nusantara dipresentasikan di forum global, nilai-nilai moderasi yang diajarkan Syaikhona Kholil menjadi salah satu sorotan utama.

Khofifah juga mengungkap kisah panjang proses pengajuan gelar tersebut, terutama terkait ketiadaan foto autentik Syaikhona Kholil. Setelah melalui diskusi, penelitian, serta tashih bersama para ahli dan keluarga, akhirnya sketsa hitam putih ditetapkan sebagai visualisasi resmi.

“Presiden Prabowo bahkan menyampaikan bahwa tidak ada foto pun tidak apa-apa; sketsa boleh. Kepahlawanan beliau tidak ditentukan oleh foto,” ujar Khofifah.

Dari pihak keluarga, KH Muhammad Makki Nasir menyampaikan penghormatan dan terima kasih atas pengakuan negara tersebut. Ia menegaskan bahwa penganugerahan ini adalah amanah besar untuk semakin mengkaji turats manuskrip dan pemikiran Syaikhona Kholil agar menjadi sumber ilmu bagi bangsa. Ia berharap perguruan tinggi terlibat lebih aktif dalam penelitian warisan intelektual tersebut.

Wakil Bupati Bangkalan, Mochammad Fauzan Ja’far, menambahkan bahwa gelar ini merupakan tonggak sejarah bagi Bangkalan. Untuk pertama kalinya, putra daerah mereka dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Nilai kebijaksanaan dan ajaran moderasi Islam Syaikhona Kholil, katanya, telah menjadi mata rantai penting yang menghubungkan ulama dan santri Nusantara lintas generasi. (Mad/hjr)

Dinas KOMINFO JATIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *