Jadikan Kompos Padat Produk Unggulan, Tim PKM S1 Kimia Unesa Beri Pelatihan Warga Dusun Brau Batu

  • Whatsapp
Foto: Pelatihan pengemasan dan pemasaran kompos oleh Tim PkM Unesa di Dusun Brau Kota Batu
Foto: Pelatihan pengemasan dan pemasaran kompos oleh Tim PkM Unesa di Dusun Brau Kota Batu

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) S1 Kimia Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan pelatihan untuk masyarakat Dusun Brau, Kota Batu.

Ketua Tim PkM Amalia Putri Punamasari, M.Si., mengatakan pelatihan tersebut melanjutkan program pengabdian masyarakat dengan fokus pada aspek komersial produk kompos padat.

Bacaan Lainnya
Foto: Pelatihan pengemasan dan pemasaran kompos oleh Tim PkM Unesa di Dusun Brau Kota Batu
Foto: Pelatihan pengemasan dan pemasaran kompos oleh Tim PkM Unesa di Dusun Brau Kota Batu

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program tahun 2023 yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan wirausaha lokal agar produk kompos mereka lebih kompetitif di pasar,” kata Amalia Putri, yang juga Dosen Prodi S1 Kimia FMIPA UNESA, Kamis (20/11/25).

Pelatihan tersebut menekankan pentingnya pengemasan, pelabelan (labelling), dan penyusunan rencana bisnis (business plan).

Dalam kegiatan ini, Tim PkM berkolaborasi dengan pakar strategi pemasaran, Prof. Dr. Sri Setyo Iriani, M.Si., yang memaparkan kiat-kiat serta cara pemasaran produk.

“Kemasan dan label yang tepat dapat meningkatkan nilai jual dan menciptakan persepsi positif konsumen, sehingga kompos padat Dusun Brau berpotensi menjadi produk unggulan,” jelas Prof. Sri.

Peserta, yang diwakili Koperasi Margo Makmur Mandiri, tidak hanya menerima materi teori tetapi juga langsung praktik mandiri mengemas produk dengan benar dan mendesain label yang menarik serta informatif.

Di akhir kegiatan, tim PkM melakukan evaluasi melalui angket untuk mendapatkan umpan balik, yang akan digunakan sebagai dasar merancang pelatihan lanjutan.

Sesi penutup diisi dengan ice breaking berhadiah untuk mengapresiasi partisipasi.
Melalui pelatihan ini, diharapkan anggota Koperasi Margo Makmur Mandiri tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha untuk mengembangkan usaha.

“Tujuannya adalah agar kompos berkualitas tinggi dengan kemasan yang profesional dapat meningkatkan daya saing dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat, sekaligus mencontohkan keberhasilan kolaborasi antara akademisi dan komunitas,” ungkap Amalia Putri.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *