Tutup Sementara SPPG Klecorejo, Usai 51 Siswa Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis

  • Whatsapp
Img 20251128 Wa0088

Madiun, Nusantaraabadinews.com Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun turun tangan melakukan penanganan menyeluruh setelah puluhan siswa sekolah dasar mengalami gejala diduga akibat keracunan makanan bergizi gratis (MBG).

Kasus tersebut mencuat setelah 51 siswa dari tiga SD di Kecamatan Mejayan mengalami mual, pusing, dan muntah usai mengonsumsi makanan program tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana, mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan pemeriksaan di lokasi. Petugas melakukan pengecekan terhadap dapur penyedia makanan serta mengambil sampel sisa makanan untuk kemudian dikirim ke laboratorium.

“Saat ini kami masih menunggu hasil lab. Untuk sementara, operasional SPPG Cinta Anak Klecorejo kami tutup,” tegas Heri, Jumat (28/11/2025).

Menurutnya, penutupan sementara ini akan berlaku hingga hasil laboratorium keluar. Menurut Heri, proses pemeriksaan sampel makanan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.

Img 20251128 Wa0089“Biasanya prosesnya sekitar dua minggu. Kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Heri juga menjelaskan bahwa sebelum hasil laboratorium dirilis, Dinkes belum bisa memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Meski demikian, tim lapangan telah diturunkan untuk mengevaluasi seluruh aspek operasional penyedia makanan, mulai dari prosedur memasak, proses distribusi, hingga waktu konsumsi oleh para siswa.

“Semua itu kami cek untuk memastikan apakah prosedurnya sudah sesuai. Tetapi sementara ini kami belum dapat menarik kesimpulan,” terangnya.

Terkait kondisi para siswa, Heri menyampaikan bahwa 51 anak menunjukkan gejala keracunan. Dari jumlah tersebut, 43 siswa menjalani rawat jalan di puskesmas setempat, sementara 8 anak harus dirujuk ke RSUD Caruban untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.

“Selain itu, ada tambahan satu anak yang datang sendiri ke rumah sakit. Jadi total kasus yang ditangani RSUD Caruban menjadi 9 anak,” tandasnya.

Dinkes Kabupaten Madiun terus memantau perkembangan kondisi seluruh siswa dan menegaskan bahwa langkah-langkah penanganan akan dilakukan sesuai prosedur hingga penyebab pasti kejadian ini dapat dipastikan. (Tia Herda)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *