Bahana Bersahaja Gerakkan Ekonomi Desa, Dinas Perdagkop UM Kabupaten Madiun Hadirkan Bazar hingga Pasar Murah

  • Whatsapp
Foto: Kepala Dinas Perdagkop UM Kabupaten Madiun Indra Setyawan saat menjelaskan layanan UMKM dan pasar murah dalam program Bahana Bersahaja di Kabupaten Madiun
Foto: Kepala Dinas Perdagkop UM Kabupaten Madiun Indra Setyawan saat menjelaskan layanan UMKM dan pasar murah dalam program Bahana Bersahaja di Kabupaten Madiun

MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui program Bahana Bersahaja yang digelar di 11 titik layanan.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, SE., M.Si menyampaikan, berbagai layanan dihadirkan untuk mendukung pelaku UMKM, koperasi hingga pelayanan perdagangan bagi masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pada sektor UMKM terdapat tiga layanan utama yang menjadi fokus dalam kegiatan tersebut. Salah satunya penyediaan 1.000 bungkus nasi gratis yang melibatkan warung-warung desa sebagai penyedia.

“Untuk bidang UMKM ada tiga layanan. Pertama penyediaan 1.000 bungkus nasi gratis oleh warung-warung desa. Jadi yang menyiapkan beberapa warung di desa yang ditentukan oleh desa,” ujar Indra Setyawan.

Foto: Kepala Dinas Perdagkop UM Kabupaten Madiun Indra Setyawan saat menjelaskan layanan UMKM dan pasar murah dalam program Bahana Bersahaja di Kabupaten Madiun
Foto: Kepala Dinas Perdagkop UM Kabupaten Madiun Indra Setyawan saat menjelaskan layanan UMKM dan pasar murah dalam program Bahana Bersahaja di Kabupaten Madiun

Selain pembagian nasi gratis, Dinas Perdagkop UM Kabupaten Madiun juga menghadirkan bazar UMKM dan pasar UMKM yang diikuti pelaku usaha lokal dari desa penyelenggara kegiatan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperluas pemasaran produk usaha mikro di wilayah pedesaan.

“Yang kedua ada bazar UMKM dan pasar UMKM. Ini juga diikuti UMKM desa setempat,” tambahnya.

Tidak hanya menyediakan ruang pemasaran, Dinas Perdagkop UM Kabupaten Madiun juga memberikan pendampingan inkubasi bisnis kepada pelaku usaha mikro agar mampu berkembang dan memiliki daya saing.

Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan selama dua hingga lima bulan dengan fokus pada penguatan kapasitas usaha masyarakat.

“Satu lagi ada pendampingan inkubasi bisnis, jadi pendampingan kepada UMKM selama dua bulan sampai lima bulan,” jelasnya.

Dalam kegiatan Bahana Bersahaja, sektor perdagangan melalui UPTD Metrologi juga menghadirkan layanan tera ulang alat ukur dan timbangan milik pedagang di desa sekitar lokasi kegiatan.

Layanan tersebut bertujuan memastikan alat ukur yang digunakan tetap sesuai standar sehingga memberikan perlindungan bagi konsumen maupun pedagang.

“Ada tera ulang dari UPTD Metrologi untuk timbangan-timbangan yang ada di desa sekitar,” katanya.

Sementara itu, pada bidang koperasi, Dinas Perdagkop UM Kabupaten Madiun membuka layanan klinik bisnis koperasi bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi terkait pengelolaan dan pengembangan koperasi.

Selain layanan konsultasi koperasi, masyarakat juga dapat memanfaatkan pasar murah sembako yang disediakan guna membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

“Bidang koperasi ada klinik bisnis koperasi untuk konsultasi terkait perkoperasian. Kemudian dari bidang perdagangan ada pasar murah sembako,” pungkas Indra Setyawan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *