SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Tim riset kendaraan listrik Anargya dari Institut Teknologi sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan mobil terbarunya Anargya Formula EV Mark 5.0.
Mobil balap yang akan bersaing pada ajang Formula Society of Automotive Engineers (FSAE) Australasia 2025 di Australia tersebut resmi dirilis di Gedung Research Center ITS.

Pembimbing Tim Anargya ITS Alief Wikarta ST MSc Eng PhD mengatakan di tahun 2025 ini, Tim Anargya kali pertama dalam setahun mengikuti dua kompetisi FSAE sekaligus.
Dengan berprestasi pada FSAE Jepang 2025 lalu, Tim Anargya optimis akan membawa juara juga pada FSAE Australasia 2025 kali ini.
“Ini tantangan sekaligus perayaan atas kerja satu tahun penuh Tim Anargya,” kata alumnus Teknik Mesin ITS tersebut, Sabtu (29/11/25).
Kepala Bagian Data dan Kesejahteraan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan ITS Murdiono SKom MKom menyebut ITS akan terus mendukung mahasiswanya untuk berprestasi hingga ke kancah internasional.
Lewat inovasi yang digagas, Murdiono yakin mahasiswa ITS dapat bersaing di ranah industri energi terbarukan.
“Mari seluruh sivitas akademika ITS terus mendukung inovasi yang dilahirkan dari Kampus Pahlawan ini,” ujarnya.
Sementara General Manager (GM) Tim Anargya ITS Dendi Satria Romadhan menjelaskan bahwa Anargya Formula EV Mark 5.0 memiliki pengembangan komponen elektrik terbaru.
Dibanding mobil Anargya generasi sebelumnya, inovasi kali ini dikhususkan pada komponen power train.
“Lebih cepat dari tahun lalu, mobil kali ini memiliki kecepatan maksimum hingga 94 kilometer per jam,” imbuh mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ITS tersebut.
Mobil yang akan dipacu di Calder Park Raceway, Australia tersebut juga menggunakan baterai tipe Lithium-ion yang berdaya tahan tinggi.
Baterai tersebut dipadukan dengan mesin motor tipe Emrax 208 Medium Voltage dengan daya 80 kilowatt. Dengan kombinasi ini, Anargya Formula EV Mark 5.0 memiliki peningkatan performa yang signifikan yang disertai efisiensi daya yang optimal.
Dendi mengungkapkan, mobil balap listrik bermassa 271 kilogram tersebut menggunakan sasis bertipe tubular space frame dengan material Carbon Steel JIS STKM 13B.
Lebih lanjut, mobil listrik ini memiliki spesifikasi panjang 3.503 meter, lebar 1.465 meter, dan tinggi 1.283 meter.
“Badan mobil dibangun melalui proses wet lay-up menggunakan material fiberglass composite dengan inti nomex honeycomb,” jelasnya.
Selain itu, mobil ini juga dilengkapi side wing yang dapat memberikan downforce pada mobil dan meningkatkan kestabilan saat menikung.
Melalui inovasi ini, Dendi beserta timnya berharap dapat lolos technical inspection dan berpartisipasi penuh dalam seluruh aspek penilaian dynamic event di FSAE Australasia 2025.
“Dengan inovasi yang kami bawakan, kami akan berusaha maksimal untuk mengukir prestasi,” jelasnya lagi.
Selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), ITS menunjukkan tindakan nyata dalam memfasilitasi mahasiswanya untuk berprestasi.
Hal tersebut sesuai dengan SDG poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.(**)






