Kenalkan Dunia Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Mahasiswa UNAIR Ajak Siswa SMP Rakit Sensor Gerak

  • Whatsapp
Screenshot 20251201 122058 Gallery

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com Himpunan Mahasiswa Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (HIMATERA) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menggelar kegiatan edukasi teknologi di dua sekolah, yakni SMP Negeri 3 Surabaya dan SMP Noor Musholla. Melalui program Lokakarya Robo Impact 2025, para mahasiswa ini hadir untuk memperkenalkan bidang keilmuan Robotika dan Kecerdasan Buatan ) kepada siswa.

Kegiatan ini bukan sekedar pelatihan teknis, melainkan sebuah misi untuk membuka wawasan siswa bahwa teknologi canggih dapat dipelajari dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Kegiatan ini juga turut dihadiri langsung oleh Ketua HIMATERA, Ahmad Ghifari Ramadhani, yang mendampingi jalannya acara untuk memastikan semangat pengabdian tersalurkan dengan baik kepada para peserta didik.

Agenda dibuka dengan sesi pengenalan yang interaktif. Mahasiswa UNAIR berusaha mematahkan mitos bahwa robotika adalah ilmu yang rumit dan mahal. Mereka menggunakan analogi tubuh manusia untuk menjelaskan komponen robot: Sensor sebagai indra, Mikrokontroler sebagai otak, dan Aktuator sebagai otot

Screenshot 20251201 122027 GalleryUntuk membuktikan bahwa robotika itu mudah dan murah, materi diawali dengan penggunaan Tinkercad, sebuah platform simulasi berbasis web yang gratis. Disini, siswa belajar logika pemrograman tanpa perlu membeli alat mahal terlebih dahulu. Mereka diajarkan bagaimana :otak” robot (mikrokontroler) memproses data dari lingkungan.

Keseruan berlanjut ke sesi praktik fisik. Para siswa ditantang membuat Model Sensor Gerak Otomatis. Dengan panduan mentor, mereka merangkai tiga komponen utama:

1. Sensor Gerak: Sebagai Input Mendeteksi Kehadiran orang

2. Motor DC: Sebagai output Gerakan (simulasi mekanik)

3. Piezo/ bel: Sebagai output suara (simulasi alarm)

Logika yang dibangun sederhana namun fundamental dalam ilmu kecerdasan buatan harus paham seperti “Jika sensor mendeteksi objek, maka sistem akan merespon dengan Gerakan dan suara”. Saat alat berhasil menyala otomatis karena lambaian tangan, antusiasme siswa pun pecah memenuhi ruang kelas.

Selanjutnya mereka secara berkelompok bergiliran untuk mempresentasikan hasil projeknya ke depan kelas. Ini dapat membuat para siswa paham atas apa yang dikerjakannya bukan hanya meminta bantuan kepada para mentor. Pemahaman dasar dan ingatan sangat berguna pada saat presentasi. Lalu diakhiri dengan awarding dan dokumentasi

Selain aspek edukasi, kegiatan ini juga membawa misi pengenalan identitas akademik. Fathir menjelaskan pentingnya Masyarakat mengetahui bahwa Indonesia telah memiliki wadah pendidikan formal untuk bidang ini.

Disamping itu Ketua Pelaksana Robo Impact 2025, M. Fathir Rabbany, menegaskan bahwa kegiatan ini berakar pada semangat mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada Masyarakat. “Tujuan acara ini yaitu kami ingin mengamalkan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama pada aspek pendidikan dan pengajaran serta pengabdian Masyarakat,” ujar Fathir di sela-sela kegiatan.

Melalui Pengenalan Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (TRKB) UNAIR yang telah terakreditasi “Baik sekali”, diharapkan para siswa SMPN 3 Surabaya dan SMP Noor Musholla memiliki Gambaran karir yang lebih luas sebagai inovator teknologi di masa depan. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *