Unair Tuan Rumah Sertifikasi Internasional Advanced Medical Imaging

  • Whatsapp
Foto: Peserta sertifikasi internasional Advanced Medical Imaging di Fakultas Vokasi Unair bekerja dengan perangkat Fujifilm
Foto: Peserta sertifikasi internasional Advanced Medical Imaging di Fakultas Vokasi Unair bekerja dengan perangkat Fujifilm

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan sertifikasi internasional Advanced Medical Imaging.

Sertifikasi hasil kolaborasi dengan Fujifilm Healthcare Academy Asia Pasifik ini berlangsung pada 27 November hingga 2 Desember 2025.

Bacaan Lainnya
Foto: Peserta sertifikasi internasional Advanced Medical Imaging di Fakultas Vokasi Unair bekerja dengan perangkat Fujifilm
Foto: Peserta sertifikasi internasional Advanced Medical Imaging di Fakultas Vokasi Unair bekerja dengan perangkat Fujifilm

“Kegiatan ini merupakan event sertifikasi internasional, dan Unair dipilih untuk mewakili Indonesia sebagai tempat pelaksanaan,” jelas Koordinator Program Studi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan Fakultas Vokasi Unair, Muhaimin, S.Tr.Kes., M.T., Selasa (02/12/35).

Pada pelaksanaan perdana ini, sertifikasi diikuti peserta dari Myanmar, Filipina, Malaysia, dan Singapura, termasuk dua profesor radiologi dari Myanmar dan sejumlah perwakilan industri mitra Fujifilm Asia Pasifik.

Muhaimin menjelaskan bahwa sertifikasi dilaksanakan dalam format komprehensif selama tiga hari.

“Kami menerapkan pre-test, post-test, serta hands-on langsung menggunakan device dan aplikasi resmi dari Fujifilm,” kata Muhaimin.

Para narasumber berasal dari berbagai negara, termasuk dari University Putra Malaysia dan Fujifilm Asia Pasifik, ditambah praktisi radiologi internasional yang diundang khusus oleh Fujifilm.

Dari internal Unair, enam dosen terlibat sebagai fasilitator dan pemateri, yakni Prof. Anggraini, dr. Paulus, Amelia, Ayub, Ali Fatus, serta Muhaimin sendiri.

Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah analisis citra MRI otak.

“Melalui citra MRI, kita dapat menghitung volume otak setiap lobus dan menganalisis kemungkinan kelainan seperti stroke atau tumor. Teknologi ini sangat memudahkan tenaga medis dalam menegakkan diagnosis,” ujar Muhaimin.

Muhaimin menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah awal pengembangan modul pelatihan berstandar internasional.

“Ke depan, kami akan terus mengembangkan modul dan sertifikasi internasional di bidang radiologi dan imaging bersama Fujifilm Healthcare Asia Pasifik dan Fujifilm Healthcare Indonesia,” jelasnya.

Direktur Fujifilm Asia Pacific Healthcare Learning Academy (FAHLA), Esnu Khalidi, juga menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan ini.

“Kami bangga dapat mendukung kolaborasi antara FAHLA dan Universitas Airlangga sebagai langkah strategis memperluas akses pendidikan radiologi berbasis kompetensi di Indonesia,” kata Esnu.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *