SPPG Sananwetan Tegaskan Menu MBG SMPN 4 Kota Blitar Sesuai Permintaan Sekolah

  • Whatsapp
Foto: Asisten Lapangan SPPG Sananwetan Dari Yayasan Antin Sekar Bhakti Joko Dwi Hartanto.
Foto: Asisten Lapangan SPPG Sananwetan Dari Yayasan Antin Sekar Bhakti Joko Dwi Hartanto.

KOTA BLITAR, Nusantaraabadinews.com – Polemik seputar menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kota Blitar. Kali ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sananwetan memberikan penjelasan resmi setelah salah satu menu yang dibagikan kepada siswa SMPN 4 Kota Blitar menjadi sorotan publik.

Asisten Lapangan SPPG Sananwetan Yayasan Antin Sekar Bhakti, Joko Dwi Hartanto, menegaskan bahwa seluruh menu yang dibagikan telah disesuaikan dengan permintaan pihak sekolah. Menurutnya, SMPN 4 Kota Blitar meminta jenis makanan praktis agar mudah dibawa pulang karena para siswa sedang menjalani ujian.

Bacaan Lainnya
Foto: Asisten Lapangan SPPG Sananwetan Dari Yayasan Antin Sekar Bhakti Joko Dwi Hartanto.
Foto: Asisten Lapangan SPPG Sananwetan Dari Yayasan Antin Sekar Bhakti Joko Dwi Hartanto.

Joko memastikan bahwa SPPG menyediakan makanan kering untuk memudahkan siswa membawa pulang paket MBG tersebut.

“Menu yang kami sediakan berupa makanan kering yang mudah dibawa pulang oleh murid,” ujar Joko, Rabu 10 Desember 2025.

Distribusi dilakukan selama tiga hari dengan total sekitar 9.000 porsi. Untuk jenjang SMP saja, tercatat sebanyak 1.700 porsi disalurkan.

“Jika dihitung total sebaran selama tiga hari, maka angkanya menjadi sekitar 9.000 sekian,” jelasnya.

Salah satu menu yang kemudian menjadi perbincangan publik adalah adanya telur mentah dalam paket tersebut. Joko menegaskan bahwa hal itu bukan keputusan sepihak dari SPPG.

“Sebelum kami kirim, kami sudah konfirmasi dengan pihak sekolah, dan mereka menyatakan tidak keberatan. Bahkan mereka mengucapkan terima kasih karena makanan tersebut bisa dibawa pulang,” tambahnya.

Dalam keterangannya, Joko juga menegaskan bahwa seluruh menu telah disusun berdasarkan standar operasional prosedur dan mengikuti ketersediaan bahan makanan.

“Nilai menunya itu sudah kami sesuaikan dengan bahan makanan yang tersedia,” katanya.

Ia berharap distribusi bantuan gizi ini semakin merata dan memberikan manfaat luas bagi seluruh siswa.

“Semoga ini semua menjadi berkah dan rezeki untuk kita semua, dan kita harus selalu bersyukur atas apa yang diberikan,” tuturnya.

SPPG Sananwetan berencana tetap menyalurkan bantuan selama masa libur sekolah, dengan jadwal setiap Senin dan Kamis.

“Harapan kami, setiap siswa dapat menerima manfaat secara merata tanpa ada kendala,” tutupnya.

Humas SPPG Sananwetan, Endang Wikanti, juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul. Ia memastikan lembaganya siap melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami berjanji untuk memperbaiki segala kekurangan. Mohon maaf untuk ketidaknyamanan ini,” ujar Endang.

Endang juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka dengan semua pihak, termasuk media.

“Kami sangat menghargai setiap masukan dan kritik agar program kami bisa lebih baik ke depannya,” tegasnya.

SPPG Sananwetan berharap publik dapat memahami tujuan utama program ini dan menghindari kesalahpahaman yang dapat mengaburkan niat baik mereka.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *