SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Band Pop Punk Legendaris Asal Surabaya, Dindapobia kembali menyapa penggemar dan pendengar musik nasional melalui single terbaru mereka berjudul “Patah”.
Single terbaru dari band pop punk Indonesia yang berbasis di Kota Pahlawan ini merupakan karya yang sengaja dibuat dan dirilis sebagai kado menjelang akhir tahun 2025.

Single lagu “Patah” adalah sebuah lagu yang mengisahkan kesedihan mendalam serta emosional tentang Kehilangan seorang sahabat yang tanpa diduga.
Lagu dengan distorsi emosional ini merupakan karya intens dan penuh perasaan yang diciptakan gitaris sekaligus vokal Dindapobia, Antok.
Liriknya, seperti “Kisah itu telah hilang bersama gelapnya malam”, menggambarkan kekosongan dan kepiluan setelah melalui berbagai suka serta duka bersama sosok yang kini telah tiada.
Dindapobia berhasil menyalurkan rasa sakit ini melalui metafora puitis, seperti yang tertuang pada lirik “Seperti ranting yang patah Seperti karang yang pecah”.
Dalam lagu ini, kesedihan kehilangan terasa begitu nyata hingga alam pun ikut merasakannya, seperti yang tersirat dalam lirik “Bulan bersedih Seakan mengerti perasaanku Sinarnya terpejam Saat kau tinggalkan aku”.
“Kami memilih judul ‘Patah’ karena itulah perasaan yang paling tepat untuk menggambarkan lirik ini, hancur setelah ditinggalkan tanpa alasan. Melalui lirik yang puitis, kami berharap pendengar dapat merasakan kedalaman emosi, bahwa ada kalanya perpisahan itu begitu menyakitkan hingga ‘bulan bersedih’ menyaksikan kita ditinggalkan,” ungkap Antok.
Single “Patah” dijadwalkan akan dirilis secara resmi pada Desember 2025 di seluruh platform musik digital (Spotify, Apple Music, dll.) dan akan diputar di berbagai stasiun radio seluruh Indonesia.
“Rilis ini akan diikuti dengan peluncuran visual pendukung, termasuk video musik, video lirik, dan dokumentasi di balik layar proses rekaman lagu ‘Patah’,” jelas Antok.
Dindapobia juga menekankan bahwa foto sampul digital single “Patah” merupakan sebuah karya visual penting yang akan menjadi identitas dan melekat pada karya terbaru mereka.
Cover art menampilkan visual yang kuat dari batang tanaman yang patah dan kering, merefleksikan kedalaman lirik “Seperti ranting yang patah” dan esensi dari “SINGLE KESEDIHAN” ini.
Dindapobia dikenal luas berkat karya mereka sebelumnya, terutama lagu “Hidup Kembali” yang dirilis pada tahun 2012 sebagai salah satu track dari Album “The Triumph”.
Lagu tersebut menjadi momen penting bagi band ini karena menandai kolaborasi perdana Dindapobia dengan musisi nasional, yakni Bagus Dhanardana (Om Bagus) dari NTRL.
Dindapobia adalah band pop punk asal Surabaya yang telah aktif sejak 29 Juni 1996. Antok (gitar/vocal), Ferry (bass/ vocal) dan Edel (Drum).
Band ini dikenal dengan lirik yang kuat dan sound yang enerjik, membawa nuansa nostalgia dan cerita personal yang dekat dengan pendengarnya.
“Dindapobia terus berkomitmen untuk menghasilkan musik yang jujur dan menyentuh pengalaman emosional pendengar,” pungkas Antok.(**)






