MALANG, Nusantaraabadinews.com – Kamis (8/1/2026) | Dalam rangkaian kegiatan GARDA X AGIP 2026, Kementerian Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kesehatan Mental di SMPN 2 Dau Satu Atap, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 80 siswa dan bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental sejak usia remaja.
Sosialisasi ini menghadirkan Gema Aurelia Siregar, mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, Gema menjelaskan konsep dasar kesehatan mental yang relevan dengan kehidupan remaja. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan berbagai jenis emosi, perubahan psikologis yang umum dialami pada masa remaja, serta permasalahan emosional yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan pengalaman peserta.
Melalui kegiatan ini, para siswa diajak memahami bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Masa remaja yang ditandai dengan perubahan emosi, tekanan akademik, dan pengaruh lingkungan sosial menjadi alasan pentingnya kemampuan mengenali serta mengelola emosi sejak dini.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi reflektif bertajuk “Kartu Kenali Diriku”. Dalam sesi ini, siswa diminta untuk mengenali dan menuliskan emosi yang sering mereka rasakan. Aktivitas tersebut bertujuan membantu siswa lebih jujur terhadap diri sendiri sekaligus meningkatkan kesadaran akan kondisi emosional yang sedang dialami.
Pada sesi berikutnya, pemateri menyampaikan materi mengenai pengelolaan emosi, khususnya cara merespons perasaan marah, sedih, cemas, dan stres secara sehat. Materi ini diperkuat melalui simulasi sederhana tentang cara mendukung teman sebaya yang sedang mengalami kesulitan emosional. Melalui simulasi tersebut, siswa belajar merespons dengan empati dan sikap yang tepat.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi tanya jawab berlangsung. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar cara menghadapi tekanan sekolah, masalah pertemanan, serta upaya mengelola emosi negatif. Kegiatan kemudian ditutup dengan penutupan resmi dan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan mental.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami pentingnya kesehatan mental, tetapi juga mampu mengelola, mengendalikan, dan mengkomunikasikan emosi secara sehat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap saling peduli terhadap diri sendiri maupun orang lain di lingkungan sekolah. (Zaiki)






