SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya akan membuka pusat layanan disabilitas pada tahun 2026 ini.
Program Kampus Merah Putih tersebut guna mendukung akses pendidikan maju bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.
Rektor Untag Surabaya Harjo Seputro menyebutkan, inisiatif strategis ini sebenarnya telah dicanangkan sejak beberapa tahun silam. Tujuannya adalah untuk mewujudkan kampus yang inklusif.
“Saat ini, tercatat ada sekitar 100 mahasiswa berkebutuhan khusus (ABK) yang menempuh studi di Untag Surabaya. Kehadiran mereka menjadi penggerak utama bagi universitas untuk terus berbenah dan menghadirkan lingkungan belajar yang benar-benar pro difabel,” terang Harjo, Senin (12/01/26).
Untag Surabaya sadar bahwa aksesibilitas adalah kunci. Secara fisik, wajah kampus terus bersolek. Fasilitas sanitasi kini telah dilengkapi dengan kamar mandi khusus difabel yang ergonomis.
Selain itu, akses antarlantai pun semakin ramah berkat pengadaan bidang miring (ramp) sebagai pengganti tangga, memudahkan mobilisasi pengguna kursi roda di berbagai sudut fakultas.
Namun, inovasi yang paling mencuri perhatian adalah layanan Perpustakaan Jemput Bola.
“Kami memahami bahwa mobilitas menuju gedung perpustakaan bisa menjadi tantangan tersendiri, karena itu Untag menghadirkan solusi digital yang praktis dengan Perpustakaan Jemput Bola,” papar Harjo.
Nantinya, mahasiswa cukup menghubungi pihak fakultas atau pustakawan melalui pesan singkat. Kemudian buku yang dibutuhkan akan langsung diantar oleh petugas menuju ruang kelas atau bahkan tempat tinggal mahasiswa.
Harjo menyebut, inovasi ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak boleh menjadi penghalang bagi akses ilmu pengetahuan.
Oleh sebab itu, pihaknya menegaskan bahwa pembentukan Pusat Pelayanan Disabilitas ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan akademik universitas.
“Kami ingin memastikan seluruh mahasiswa, tanpa terkecuali, merasa didukung dan difasilitasi dalam meraih mimpi mereka di kampus ini,” pungkas Harjo.(**)






