SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menerima audiensi Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Zulkipli, di Ruang Kerja Wagub Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (23/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPS, sekaligus memperkenalkan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Provinsi Jawa Timur yang baru, Herum Fajarwati, MM.
Dalam audiensi, Zulkipli yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPS Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi yang telah terjalin erat selama ini antara BPS dan Pemprov Jatim di berbagai level. Menurutnya, sinergi yang kuat menjadi kunci dalam menghadirkan data statistik yang akurat, mutakhir, dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan.
“Kolaborasi yang luar biasa ini kami harapkan terus diperkuat ke depan. Dukungan Pemprov Jatim sangat berarti dalam memastikan data statistik tidak hanya tersedia, tetapi juga termanfaatkan secara optimal untuk perencanaan pembangunan,” ujar Zulkipli.
Audiensi juga membahas capaian strategis pengembangan Sistem Singasari, sebuah sistem terintegrasi berbasis teknologi informasi dan sistem geografis yang memungkinkan data BPS yang sangat luas disajikan dalam bentuk peta terintegrasi. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan kemudahan akses, akurasi analisis spasial, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data (data driven policy).
Wagub Emil yang dalam pertemuan tersebut didampingi Plt. Kepala Bappeda Jatim dan Kepala Dinas Kominfo Jatim, menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk melanjutkan tradisi kerja sama yang telah terbangun dengan baik. Ia menyambut kepemimpinan baru di BPS Jatim dengan optimisme bahwa kolaborasi akan semakin kuat.
“Kami menyambut kepemimpinan baru dan optimistis kolaborasi yang selama ini terjalin dengan BPS akan terus berlanjut. Tradisi kerja sama yang baik antara Pemprov Jawa Timur dan BPS akan diteruskan, termasuk penguatan Sistem Singasari serta pemanfaatan kajian profil kemiskinan Jawa Timur yang telah diterbitkan,” tegas Emil.
Selain penguatan sistem data, pertemuan tersebut juga membahas rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Timur. Wagub Emil menekankan pentingnya dukungan lintas perangkat daerah untuk menyukseskan agenda strategis nasional tersebut, mengingat hasil sensus akan menjadi fondasi dalam memetakan struktur, potensi, dan tantangan sektor ekonomi daerah.
Menurutnya, data yang akurat dari Sensus Ekonomi 2026 akan sangat menentukan arah kebijakan pengembangan UMKM, industri, hingga sektor jasa di Jawa Timur. Dengan dukungan sistem terintegrasi seperti Singasari, diharapkan hasil sensus dapat lebih cepat dianalisis dan dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, mencerminkan komitmen bersama untuk terus memperkuat tata kelola pembangunan berbasis data di Jawa Timur. Sinergi antara BPS dan Pemprov Jatim diharapkan semakin solid dalam menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat. (jal/s)
Dinas KOMINFO JATIM






