Dukung SDG 2 Zero Hunger, BEM Universitas Airlangga Gelar Pasar Raya Airlangga untuk Perkuat Ketahanan Pangan Warga Dusun Mendiro

  • Whatsapp
IMG 20260303 WA0041

JOMBANG, Nusantaraabadinews.com Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM Universitas Airlangga menggelar Pasar Raya
Airlangga Vol. 1 di Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang sebagai rangkaian dari program kerja Gerakan Bangun Desa (GERDES) Jilid X.

Program ini menghadirkan penjualan bahan pokok (sembako) dengan harga setengah dari harga pasar sebagai bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekaligus upaya mendukung ketahanan pangan desa binaan. Kegiatan ini melibatkan BEM Universitas Airlangga sebagai penanggung jawab program.

Masyarakat Dusun Mendiro sebagai penerima manfaat utama, serta para donatur yang terdiri dari mahasiswa baru, mahasiswa lama, dan masyarakat umum. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam merealisasikan program berbasis kebutuhan masyarakat.

IMG 20260303 WA0032Pasar Raya Airlangga Vol. 1 merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat yang berfokus pada penyediaan akses pangan terjangkau.

Latar belakang kegiatan ini tidak terlepas dari kondisi perekonomian yang belum stabil sepanjang 2024, dengan inflasi mencapai 2,84% pada Mei 2024. Kenaikan harga bahan pangan berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat, khususnya keluarga dengan penghasilan terbatas.

Sebanyak 97 paket sembako disediakan dalam kegiatan ini. Setiap paket berisi beras, minyak goreng, gula, mie instan, dan kecap. Mekanisme distribusi dilakukan melalui penjualan kupon seharga Rp20.000 dengan nilai paket dua kali lipatnya. Kupon disebarkan secara door to door kepada 97 rumah warga berdasarkan pendataan, sehingga distribusi berjalan merata
dan tepat sasaran.

Mahasiswa baru Universitas Airlangga turut dilibatkan melalui kontribusi donasi sebagai
bagian dari pembentukan karakter kepedulian sosial sejak awal perkuliahan. Panitia BEM UNAIR mengkoordinasikan seluruh proses mulai dari penggalangan dana, pengadaan sembako, hingga pendistribusian. Sementara itu,

IMG 20260303 WA0040Panitia Gerbang Desa Jilid X berperan
sebagai penghubung antara warga dan penyelenggara agar kebutuhan masyarakat dapat teridentifikasi dengan baik. Antusiasme warga terlihat tinggi. Program ini dinilai sangat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari.

Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus mengorbankan kebutuhan lainnya.
Secara substansi, Pasar Raya Airlangga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), di mana program ini berkontribusi dalam meningkatkan akses masyarakat
terhadap bahan pangan yang aman dan terjangkau.

Upaya stabilisasi harga melalui penjualan
sembako murah membantu mengurangi risiko kerawanan pangan di tingkat desa serta memperkuat ketahanan pangan komunitas. Ke depan, Pasar Raya Airlangga direncanakan sebagai program berkelanjutan. Penyelenggara
berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek dalam pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun kesejahteraan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Red)

Berita ini mendukung SDG 2 : Zero Hunger
Penulis : Yuvan Adhe Ananta Wibowo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *