SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat selama Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya menggelar kegiatan Pasar Murah Serentak. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Padat Karya (RPK), Jalan Pulo Wonokromo 170-C, Kamis (5/3/2026).
Program pasar murah ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam mengantisipasi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok yang umumnya terjadi setiap memasuki bulan Ramadan. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas penting dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pemerintah, baik dari tingkat kelurahan maupun kecamatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Wonokromo beserta jajaran, di antaranya Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra), Ketua PKK, personel Satpol PP, serta staf kelurahan lainnya. Dari Pemerintah Kecamatan Wonokromo juga turut hadir Kasi Kesra, Satpol PP, serta sejumlah staf yang ikut mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Lurah Wonokromo, Prima Sri Poerwiendari, SE menjelaskan bahwa pasar murah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan biasanya diikuti dengan lonjakan kebutuhan bahan pokok. Oleh karena itu, pemerintah hadir melalui program pasar murah untuk memastikan masyarakat tetap dapat berbelanja dengan harga yang lebih terjangkau.
“Pemerintah hadir untuk menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau sehingga ibadah Ramadan dapat dijalankan dengan tenang,” ujar Prima.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan operasi pasar murah ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, distributor, serta pelaku usaha. Kolaborasi tersebut dilakukan guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga komoditas di pasaran.
Dalam kegiatan pasar murah tersebut, berbagai komoditas dijual dengan harga lebih rendah dari harga pasar. Beberapa di antaranya yakni beras premium kemasan 5 kilogram seharga Rp72.000, bawang merah Rp5.000 per pak, minyak goreng merek Minyakita Rp15.000 per liter, cabai rawit Rp5.000 per pak, cabai merah besar Rp5.000 per pak, daging Rp36.000 per kilogram, serta telur ayam Rp30.000 per kilogram.
Selain bahan pokok tersebut, masyarakat juga dapat membeli berbagai produk olahan dari Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Surabaya. Produk yang disediakan antara lain daging segar serta aneka produk olahan seperti pentol, sosis, dan berbagai produk kemasan lainnya yang dilayani secara khusus oleh petugas dari Dinas RPH.
“Kami juga menyediakan produk dari RPH Kota Surabaya, mulai dari daging segar hingga berbagai olahan seperti pentol dan sosis. Semua dilayani langsung oleh petugas dari dinas terkait untuk memastikan kualitas produk yang diterima masyarakat,” jelasnya.
Pelaksanaan pasar murah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak pagi hari, warga sudah memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah. Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean di sejumlah stan penjualan komoditas.
Banyak warga mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama Ramadan. Harga yang lebih rendah dibandingkan pasar dinilai sangat membantu meringankan pengeluaran keluarga.
Lurah Wonokromo juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam terselenggaranya kegiatan pasar murah ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.
Menurutnya, pasar murah tidak hanya membantu masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga di tingkat lokal.
Melalui program ini, Pemerintah Kelurahan Wonokromo menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli warga.
Dengan adanya intervensi pasar seperti ini, diharapkan masyarakat dapat menjalani bulan Ramadan dengan lebih tenang, nyaman, dan penuh keberkahan tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga bahan pokok. (Abie)






