SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Kantor Cabang Dringu PT Eco Syafa Harvest menunjukkan kekuatan solidaritas dan kekompakan pegawai dalam menghadapi dinamika internal perusahaan.
Di tengah isu kegaduhan dan provokasi, seluruh pegawai kantor cabang tetap menjaga profesionalisme dan fokus terhadap target kerja.
Isu kegaduhan dan provokasi sempat menimbulkan ketegangan di lingkungan kerja. Provokasi yang dilakukan berpotensi memecah konsentrasi setiap pegawai.
Namun, berkat komunikasi yang baik antar pegawai serta arahan pimpinan cabang, situasi dapat diredam dengan cepat dan bijaksana.
“Kami memilih untuk tidak terpancing oleh isu yang sudah berkembang. Fokus utama kami adalah menjaga operasional tetap berjalan normal dan memastikan seluruh rekan tetap solid,” tutur salah seorang staf, Roid.
“Prinsip kami sederhana, bekerja sesuai SOP dan menjaga nama baik perusahaan,” kata salah seorang staf lainnya, Reza.
Pernyataan tersebut mencerminkan kedewasaan emosional serta kesadaran seluruh pegawai dalam menjaga stabilitas kantor cabang.
Solidaritas tim menjadi kunci utama. Seluruh pegawai menunjukkan kematangan dalam bersikap dengan tidak mudah terpancing isu yang belum tentu kebenarannya.
“Mereka memilih untuk tetap bekerja sesuai prosedur dan menjaga nama baik perusahaan. Manajemen cabang juga mengambil langkah persuasif dengan membuka ruang dialog agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara profesional tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan,” terang Direktur Utama PT Eco Syafa Harvest, Sa’diah dalam rilisnya, Sabtu (07/03/26).
Pendekatan ini menunjukkan bahwa budaya kerja di PT Eco Syafa Harvest mengedepankan musyawarah dan kekeluargaan.
Salah satu contoh kejadian yang baru-baru ini terjadi adalah adanya perilaku yang dinilai negatif dan dikategorikan sebagai dugaan provokasi yang dilakukan salah satu mantan pegawai berinisial AF.
“Dimana yang bersangkutan tidak menerima evaluasi pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan selama beberapa bulan terakhir, kinerja yang dikategorikan tidak ada output nyata dan tidak ada kontribusi yang diberikan,” papar Sa’diah.
Selain itu, tidak tercapainya target pekerjaan serta tidak dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan jabatan.
“Bahkan yang digolongkan kesalahan fatal yaitu tidak hanya sekali menimbulkan kesalahpahaman antar pegawai namun juga menyebabkan kondisi gaduh dan tidak kondusif di salah satu cabang,” ujar Sa’diah.
Hingga pada akhirnya berdampak pada perusahaan. Selain kerugian, perusahaan yang akhirnya melakukan penyelesaian.
“Mantan pegawai tersebut tidak menerima adanya penurunan jabatan akibat evaluasi kinerjanya dan akhirnya melakukan dugaan tindakan provokatif terhadap pegawai lainnya,” imbuh Sa’diah.
Dan saat ini, pegawai tersebut sedang dalam penyelesaian oleh tim legal internal karena perusahaan masih membuka penyelesaian secara kekeluargaan.
Namun hingga dua kali somasi, pegawai tersebut tetap tidak datang serta masih membawa barang milik perusahaan.
“Sejujurnya kami masih berharap penyelesaian dengan mantan pegawai tersebut dapat segera dilakukan namun jika yang bersangkutan tidak dapat menangkap maksud baik kami dan masih terus melakukan tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan maka kami juga akan mengambil langkah tegas kepada yang bersangkutan,” jelas Sa’diah.
Langkah tegas tersebut terpaksa dilakukan demi menjaga nama baik perusahaan akibat berita tidak benar yang disampaikan.
“Langkah ini juga dilakukan agar pegawai lainnya dapat menjalankan pekerjaan dengan tenang tanpa adanya gangguan, sehingga bisa fokus bekerja,” tambahnya.
Peristiwa ini justru menjadi pembuktian bahwa kekuatan antar pegawai kantor cabang bukan hanya terletak pada pencapaian target, tetapi juga pada kemampuan tim dalam menjaga persatuan di tengah tantangan.
“Dengan semangat kebersamaan, kantor cabang Dringu semakin solid dan siap menghadapi tantangan apapun kedepannya,” pungkas Sa’diah.






