Sidoarjo, Nusantaraabadinews.com – Malam ke-21 Ramadhan 1447 H (10/3/2026) menghadirkan momen kebersamaan yang penuh makna di Mushola AT Thohirin Sukolegok, Desa Suko, Kecamatan Sukodono. Sebanyak 150 jamaah dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul di tempat ibadah tersebut untuk mengikuti Khotmil Qur’an, sebuah tradisi turun-temurun yang secara bergilir digelar antar mushola di wilayah Dusun Legok.
Acara resmi dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, setelah salat Isya dan Tarawih selesai dilaksanakan. Sejak awal, suasana khidmat menghiasi setiap sudut mushola, dengan kedatangan jamaah yang datang bergelombang – mulai dari tokoh masyarakat, pengurus mushola, hingga generasi muda dan lansia yang dengan antusias mengikuti setiap rangkaian aktivitas.
Pembukaan kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Nur Tejo. Dalam doanya, ia memohon keberkahan bagi bulan suci Ramadhan, keselamatan universal bagi masyarakat, serta kelancaran dan keberlanjutan setiap kegiatan keagamaan di lingkungan. Doa yang penuh harapan tersebut tidak hanya menyentuh hati para hadirin, tetapi juga menjadi lambang harapan akan semakin eratnya tali silaturahmi antarwarga.
Salah satu poin menarik dari kegiatan ini adalah sistem pelaksanaannya yang bergilir antar mushola di Dusun Legok. Tradisi yang telah berjalan bertahun-tahun ini menjadi wadah efektif untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, karena setiap wilayah memiliki kesempatan untuk menjadi tuan rumah dan bersama-sama meramaikan malam-malam berkah di bulan Ramadhan.
Wakil Ketua Takmir Mushola AT Thohirin, Ustadz Mochamad Jaim, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam atas antusiasme masyarakat yang luar biasa. Menurutnya, Khotmil Qur’an bukan hanya sekadar ibadah yang dilakukan secara individu, melainkan juga momen penting untuk mempererat hubungan sosial dan mengukuhkan nilai-nilai keagamaan di tengah komunitas.
“Alhamdulillah, pada malam yang penuh berkah ini kita dapat berkumpul bersama untuk melaksanakan Khotmil Qur’an. Semoga setiap bacaan ayat suci Al-Qur’an dapat meningkatkan kecintaan kita terhadapnya dan membawa berkah yang melimpah bagi seluruh keluarga serta masyarakat Desa Suko,” ujar Ustadz Mochamad Jaim di depan para jamaah yang hadir.
Ia juga mengapresiasi kontribusi aktif dari warga RT 15 RW 05, yang telah bekerja sama secara gotong royong dalam menyukseskan acara. Mulai dari persiapan tempat, penyediaan konsumsi bagi para jamaah, hingga pengaturan jalannya kegiatan agar berlangsung dengan tertib dan lancar.
Sementara itu, Ketua RT 15 RW 05 yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kegiatan, Agung Susanto, menjelaskan bahwa Khotmil Qur’an telah menjadi agenda rutin yang sangat dinantikan setiap tahunnya selama bulan Ramadhan. Kegiatan ini tidak hanya berperan memperkuat semangat ibadah, tetapi juga menjadi sarana penting untuk menjaga keharmonisan dan solidaritas antarwarga.
“Kami sangat bersyukur karena dukungan dari seluruh masyarakat sangat luar biasa. Kehadiran sekitar 150 jamaah menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan dan kekhusyukan dalam beribadah masih sangat kuat dan hidup di tengah kita,” jelas Agung Susanto.
Ia mengutarakan harapan agar tradisi yang mulia ini dapat terus dilestarikan dan bahkan diperluas ke berbagai kegiatan keagamaan lainnya di masa depan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang kembali dipimpin Ustadz Nur Tejo, dengan harapan keberkahan dari acara ini dapat menyertai seluruh warga Desa Suko. Semoga juga semakin memperkuat komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai spiritual serta semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi bergilir Khotmil Qur’an di Dusun Legok menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan ketakwaan tetap menjadi landasan utama dalam menghidupkan makna sebenar dari bulan suci Ramadhan. (Abie(






