Lewat Amerta Kasih, FKM UNAIR dan WVI Dorong Gerakan Komunitas untuk Mendukung Kesehatan Anak

  • Whatsapp
IMG 20260318 WA0048

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com Di sejumlah kampung padat di Surabaya, kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan sebagai bentuk menjaga kesehatan dan masa depan anak. Di Balai warga, para kader berdiskusi tentang pola makan bayi yang tepat. Di ruang komunitas lain, para orang tua berbagi pengalaman untuk belajar mengenai pola asuh yang lebih empatik.

Sementara itu anak-anak juga diajarkan belajar berani berekspresi dan belajar tentang lingkungan, berbagai aktivitas tersebut tercipta dari sebuah Program Amerta Kasih (Aksi Melindungi dan
Merealisasikan Hak Tumbuh Kembang Anak melalui Pemberdayaan Kesehatan, Gizi.

Seimbang, dan Hidup Bersih), sebuah kolaborasi antara Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR) dan Wahana Visi Indonesia (WVI) yang telah berjalan sejak 2022 dan dirancang hingga 2026.

Program Manager Amerta Kasih, Dr. Corie Indria Prasasti, S.KM., M.Kes., menegaskan
bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.
“Perubahan yang berkelanjutan tidak hanya datang dari intervensi program, tetapi dari
keterlibatan masyarakat itu sendiri.

IMG 20260318 WA0047Ketika keluarga, kader, dan komunitas ikut bergerak bersama, maka lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dapat benar-benar terwujud,” ujarnya.

Sebanyak lebih dari 5.000 anak di lima kelurahan menjadi penerima manfaat, dengan dukungan 213 kader masyarakat sebagai penggerak utama di tingkat lokal. Para kader berperan dalam memberikan edukasi kepada keluarga, memantau tumbuh kembang anak, serta mengorganisasi berbagai kegiatan yang mendukung kesehatan dan perlindungan anak di lingkungan mereka.

Berbagai kegiatan dilakukan dalam program ini, mulai dari konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), pendampingan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar, program Pengasuhan Dengan Cinta (PDC) dan Parent Support Group (PSG), peringatan Hari
Anak Nasional, program Community-Based Disaster Risk Management (CBDRM) serta
pengembangan Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak, yang bertujuan menciptakan lingkungan kampung yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Dalam pelaksanaan program itu juga, mahasiswa ikut diajak untuk terlibat aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, dalam sebuah program gabungan magang batch 2 yang dimulai dari bulan Juli hingga Desember 2025.

Mahasiswa mendapatkan banyak sekali
pengalaman lapangan dalam edukasi kesehatan, pendampingan kader, serta monitoring program terkait gizi, sanitasi, dan pengasuhan anak di lingkungan komunitas.

Upaya yang dilakukan Program Amerta Kasih diharapkan dapat membantu meningkatkan pembangunan global Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya seperti peningkata.

status gizi anak serta penguatan perilaku hidup bersih dan sehat berkontribusi pada
pencapaian SDGs poin 2 (Zero Hunger) dan poin 3 (Good Health and Wellbeing).

IMG 20260318 WA0046Kegiatan edukatif yang mendorong pengembangan karakter anak turut mendukung SDGs poin 4
(Quality Education). Pembentukan lingkungan yang aman dan responsif terhadap perlindungan anak dan perempuan juga selaras dengan SDGs poin 5 (Gender Equality) serta poin 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions).

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi kemanusiaan, kader lokal, mahasiswa, dan masyarakat, Program Amerta Kasih menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari
lingkungan terdekat.

Dari kampung-kampung padat di Surabaya, gerakan pemberdayaan ini perlahan membangun fondasi bagi masa depan anak yang lebih sehat, aman, dan berdaya. (Red)

Penulis: Tim Magang Amerta Kasih 2025 Batch

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *