URABAYA, Nusantaraabadinews.com – Polemik dugaan kecurangan pengemasan minyak goreng bersubsidi Minyakita yang terungkap di wilayah Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak perusahaan. PT Aku Bisa Indonesia Maju (ABIM) buka suara dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
Manajer Marketing PT ABIM, Inisial WF, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf, baik secara pribadi maupun atas nama perusahaan, kepada masyarakat serta Satgas Pangan Jawa Timur yang telah mengungkap kasus tersebut.
“Permohonan maaf kami sampaikan kepada seluruh masyarakat, anggota Satgas Pangan Jawa Timur beserta jajarannya atas kejadian ini,” ujar WF, Jumat (24/4).
Dalam penjelasannya, WF menegaskan bahwa hasil audit internal perusahaan menemukan adanya indikasi kesalahan dari salah satu karyawan berinisial G. Kelalaian tersebut dinilai tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan perusahaan.
“Hasil audit dari internal perusahaan kami ada indikasi kesalahan dari salah satu karyawan kami berinisial G yang tidak sesuai standard SOP dalam melaksanakan pekerjaan sehingga terjadi keteledoran dalam operasional proses produksi dan menyebabkan terjadinya kesalahan tersebut,” jelasnya.
Pihak manajemen menekankan bahwa tindakan tersebut bukan merupakan kebijakan perusahaan, melainkan murni kesalahan individu dalam proses produksi.
PT ABIM juga menegaskan bahwa seluruh perizinan perusahaan telah lengkap dan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, perusahaan memastikan bahwa secara standar operasional tidak pernah ada arahan untuk mengurangi takaran produk yang dijual kepada konsumen.
“Secara SOP, kami tidak pernah mengarahkan tindakan untuk mengurangi takaran yang tidak sesuai aturan perlindungan konsumen,” tegas WF.
Penegasan ini sekaligus menjadi bantahan atas dugaan adanya praktik sistematis dalam pengurangan volume minyak goreng bersubsidi tersebut.
Lebih lanjut, PT ABIM menyatakan akan menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh di internal perusahaan. Langkah pembenahan akan difokuskan pada peningkatan pengawasan serta penegakan SOP dalam seluruh lini produksi.
Perusahaan juga mengapresiasi peran masyarakat, Satgas Pangan Jawa Timur, serta media yang telah membantu mengungkap persoalan ini sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
“Dengan adanya kejadian ini, kami berterima kasih kepada semua pihak karena menjadi pengingat bagi kami untuk segera berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan,” imbuhnya.(4R1F)






