Topo Jadi Dukuh Bungkus, Kesra, Lurah Selama 53 Tahun Ingin Sukses Bersama Warga Parangtritis

  • Whatsapp
IMG 20260620 WA0023

DIY Bantul, Nusantaraabadinews.com – Sejak usia 20 tahun Topo sudah mengabdi di pemerintahan. Dia dilantik jadi dukuh Bungkus Kalurahan Parangtritis, Kretek, Bantul propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Demikian diakui Topo lurah Parangtritis ditemui dua wartawan yaitu Sabar dan Siti Marfuah pada hari Selasa Legi 19 Juni 2026 pagi di kantornya. Diutarakan oleh Topo menjabat dukuh Bungkus selama 20 tahun. Dimulai sejak tahun 1973 sampai dengan tahun 1989.

Pada tahun 1989 ada lowongan jabatan pamong di bagian kesejahteraan rakyat. Topo mengikuti seleksi dan lulus serta dilantik jadi kesra desa Parangtritis.

Selamat jadi kesra ternyata ada lowongan kepala desa. Topo ikut njago kepala desa. Ternyata terpilih dan dilantik jadi kades.

Nama kepala desa disesuaikan oleh pihak kraton Ngayogyokarto berganti nama dari kepala desa jadi lurah di kalurahan Parangtritis.

Topo menjabat lurah hingga kini Juni 2026 hingga 4 bulan dan Oktober 2026 selesai. “Sehingga masa pengabdian sebagai pamong kalurahan Parangtritis terhitung selama 53 tahun,” kata Topo.

Cukup lama dan terasa Mateng dalam dukuk ditengah masyarakat Padukuhan Bungkus yang warganya majemuk.

Tapi diakui oleh Topo bahwa warganya mayoritas petani lahan pesisir dekat pantai Parangtritis, pantai Depok, pantai Parangkusumo dan pantai Paranggupito serta berbatasan dengan desa Girijati Gunungkidul DIY.

Ditanya wartawan tentang apa untungnya jadi dukuh Bungkus. Topo menjawab ingin dekat dengan masyarakat dan ingin berjuang bersama dalam komunitas petani dan kelompok lainya yang ada di seputar pesisir pantai.

Juga disampaikan oleh Topo bahwa bekerja sebagai dukuh itu berat. Beratnya itu, menurut Topo, bila langkah kerjanya itu baik. Ini hanya dianggap biasa oleh masyarakat.

Tapi hal lain, menurutnya bila kerja sebagai dukuh tidak sesuai yang diharapkan masyarakat, kadang hal demikian menimbulkan mungkin sindiran, celaan dan mungkin hinaan.

Berbagai variasi ketugasan sebagai dukuh Bungkus selama 20 tahun, bagi Topo telah menumbuhkan sikap dan ketegasan pola pikir seorang pamong yang harus selaku mengabdi dengan iklas atas niat bismillah.

Dengan niat yang tulus itu akhirnya Topo naik tingkat dalam tugas. Dukuh Bungkus diakhiri pada tahun 1989 genap 20 tahun mengemban dukuh Bungkus sukses.

Artinya selama jadi dukuh tidak bermasalah alias tugas dukuh berjalan sesuai tugas pokok dan fungsinya serta sesuai kewenangannya. Terasa lega bagi Topo menjabat dukuh.

Ditemui wartawan Topo berkeinginan sangat serius selama jadi pamong berawal dukuh, kesra dan kepala desa atau kades dan saat ini menjabat lurah Parangtritis sukses sampai batas akhir jabatanya Oktober 2026.
(Sabar/Siti Marfuah).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *