Kembangkan Pertanian Organik, Rumah Inovasi Desa Tiron Sulap Limbah Sayuran Jadi Pupuk Organik Cair

  • Whatsapp
Foto
Foto

MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Melimpahnya limbah sayuran yang selama ini berakhir di tempat pembuangan dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna oleh Rumah Inovasi Desa Tiron, Kabupaten Madiun. Melalui inovasi pengolahan limbah organik, bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini diolah menjadi pupuk organik cair (POC) untuk mendukung pertanian ramah lingkungan sekaligus mengurangi pencemaran.

Tak hanya memproduksi pupuk organik cair, Rumah Inovasi Desa Tiron juga berkembang menjadi pusat edukasi bagi masyarakat, kelompok tani, pelajar, hingga perangkat desa yang ingin mempelajari pengelolaan sampah organik dan penerapan pertanian berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Pengelola Rumah Inovasi Desa Tiron, Hari, menjelaskan bahwa bahan baku utama pupuk organik cair berasal dari limbah sayuran yang diperoleh dari pasar maupun lingkungan sekitar desa. Bahan tersebut dipilih karena mudah diperoleh dan masih mengandung unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman.

Sebelum difermentasi, limbah sayuran terlebih dahulu dicacah agar proses penguraian berlangsung lebih cepat. Selanjutnya, bahan organik dimasukkan ke dalam wadah fermentasi dan dicampur dengan larutan pendukung untuk mempercepat aktivitas mikroorganisme.

Foto
Foto

Melalui tahapan tersebut, limbah organik yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi berubah menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan pada berbagai jenis tanaman.

Hari menjelaskan, dalam proses fermentasi pihaknya memanfaatkan mikroorganisme dekomposer untuk membantu menguraikan bahan organik menjadi unsur hara yang lebih mudah diserap tanaman.

“Selain menghasilkan pupuk organik cair, proses tersebut juga mampu mengurangi aroma tidak sedap yang biasanya muncul dari limbah organik serta meminimalkan pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan dekomposer membuat proses fermentasi berlangsung lebih singkat dibandingkan proses alami sehingga pupuk dapat lebih cepat dimanfaatkan untuk berbagai tanaman hortikultura, tanaman buah, maupun tanaman pangan.

Menurutnya, penggunaan pupuk organik cair secara berkelanjutan mampu membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme alami, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

“Pendekatan ini sejalan dengan upaya mendorong sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” katanya.

Selain memproduksi pupuk organik cair, Rumah Inovasi Desa Tiron juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mempelajari pengolahan sampah organik, pembuatan pupuk, hingga penerapan sistem pertanian organik.

Sejumlah kelompok tani, perangkat desa, pelajar, maupun masyarakat umum telah berkunjung untuk melihat secara langsung proses produksi sekaligus berdiskusi mengenai pengelolaan limbah yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, pengelola berharap semakin banyak masyarakat mampu mengolah limbah organik secara mandiri sehingga volume sampah dapat berkurang sekaligus memberikan manfaat bagi sektor pertanian.

Hari juga berharap inovasi pengolahan limbah organik yang berkembang di Desa Tiron memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, melalui pembinaan, penguatan sarana produksi, pendampingan, serta perluasan edukasi mengenai pertanian organik.

Dengan kolaborasi tersebut, Rumah Inovasi Desa Tiron diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan limbah berbasis masyarakat yang menghasilkan produk bermanfaat sekaligus mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan di Kabupaten Madiun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *