Upacara Adat lstiadat Jamasan Pusakan Tombak Kyai Upas Di Pendopo Kanjengan Tulungagung

  • Whatsapp
IMG 20260704 WA0026

Tulungagung, Nusantaraabadinews.com Plt.Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menghadiri upacara jamasan pusaka tombak kyai upas di pendopo kanjengan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tiap tahun tepatnya pada tanggal 11 sampai dengan 20 di bulan suro. Bertepatan pada hari jumat legi (03/06/2026) upacara ini dilakukan dengan berbagai rangkaian acara.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya prosesi jamasan yang berlangsung khidmat. la juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukeskan kegiatan tersebut, mulai dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, hingga para pegiat budaya.

Menurutnya, Jamasan Tumbak Kanjeng Kyai Upas bukan sekadar ritual adat, tetapi memiliki makna mendalam sebagai upaya menjaga, merawat, dan melestarikan nilai- nilai budaya yang menjadi identitas Kabupaten Tulungagung.”Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang dilaksanakan setiap tahun pada Bulan Sura sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya sekaligus memperkaya khazanah sejarah daerah,” Ucap Plt. Bupati.

IMG 20260704 WA0025Prosesi tersebut juga dihadadiri Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Penjabat Sekretaris Daerah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat se-Kabupaten Tulungagung, perangkat Kelurahan Kepatihan, paguyuban kebudayaan, tokoh penghayat kepercayaan, tokoh adat, serta masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Kirab Nawa Tirta dari Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso menuju Dalem Kanjengan. Air dari sembilan sumber mata air tersebut kemudian digunakan dalam prosesi penyucian atau jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas.

IMG 20260704 WA0027Dalam akhir sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin mengatakan bahwa Jamasan Kanjeng Kyai Upas merupakan tradisi turun-temurun yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang sangat penting bagi masyarakat Tulungagung.”
Jamasan Kanjeng Kyai Upas merupakan salah satu adat turun-temurun yang dilaksanakan setiap Bulan Suro sebagai wujud pelestarian nilai-nilai tradisi luhur dan kearifan lokal.

Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas memiliki sejarah yang kuat dan diyakini membawa berkah bagi masyarakat Tulungagung. Oleh karena itu, kegiatan jamasan ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya menjaga warisan budaya agar tetap lestari,” ujar H. Ahmad Baharudin.

Harapan untuk kedepannya tradisi budaya seperti Jamasan Tumbak Kanjeng Kyai Uppas terus dilestarikan oleh seluruh elemen masyarakat. Selain menjadi sarana memperkuat jati diri daerah, kegiatan ini juga diharapkan mampu menubuhkan semangat kebersamaan, mempererat persatuan, dan menjadi daya tarik budaya yang memperkaya potensi pariwisata Kabupaten Tulungagung. (SUP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *