JOGOPERAK” Jadi Semangat Bersama Personel Polres Tanjung Perak: Menjaga Rumah Besar dan Marwah Institusi

  • Whatsapp
IMG 20260811 WA0001

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com — Sebuah logo sederhana bertuliskan “JOGOPERAK” kini memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar identitas visual. Di balik kata “Jogo” yang dalam bahasa Jawa berarti menjaga, tersimpan pesan tentang kebersamaan, loyalitas, rasa memiliki, serta komitmen untuk menjaga nama baik institusi Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

JOGOPERAK seolah menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa tempat mereka mengabdi bukan hanya sekadar sebuah kantor. Lebih dari itu, Polres Pelabuhan Tanjung Perak dipandang sebagai rumah besar yang menjadi tempat para personel bekerja, bertugas, mengabdi, sekaligus menjalankan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Semangat tersebut kemudian dirangkum dalam sebuah kiasan khas wong Jowo:

“Tak titipno Polres Pelabuhan Tanjung Perak, teko beboyo yo lur.”

Kalimat sederhana tersebut mengandung pesan yang cukup dalam. Secara makna, pesan itu menggambarkan sebuah amanah: rumah besar ini dititipkan kepada seluruh personel untuk dijaga bersama dan jangan sampai terjadi sesuatu yang dapat merusak, mencederai, maupun membahayakan nama baik institusi.

Dari situlah semangat JOGOPERAK mendapatkan makna yang lebih luas. Bukan hanya tentang menjaga secara fisik, tetapi juga menjaga kehormatan, marwah, soliditas, serta citra positif Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Semangat tersebut sejalan dengan arahan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan, S.I.K., yang kemudian diteruskan melalui jajaran Pejabat Utama (PJU) kepada seluruh personel.

Pesan yang ingin dibangun sederhana, namun memiliki arti penting: setiap personel memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga rumah besar tempat mereka mengabdi.

Dukungan dan apresiasi terhadap semangat tersebut juga disampaikan Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP A.A. Putrawan, S.H., M.H.

Menurut Putrawan, JOGOPERAK harus dimaknai sebagai gerakan bersama seluruh personel. Tidak boleh hanya menjadi slogan atau identitas yang terpampang pada sebuah logo, tetapi harus diwujudkan melalui sikap, tindakan, dan loyalitas dalam menjalankan tugas sehari-hari.

“Ayo lur, Jogoperak bareng-bareng. Ini sawah ladang kita bersama. Di sinilah kita bekerja, bertugas, mengabdi, sekaligus mencari nafkah untuk keluarga. Karena itu, mari kita jaga bersama,” ungkap Putrawan.

Ia menilai, rasa memiliki terhadap institusi menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan pengabdian. Sebab, ketika setiap personel memiliki rasa tanggung jawab terhadap institusinya, maka akan muncul kesadaran untuk selalu memberikan yang terbaik.

Menjaga institusi, lanjutnya, bukan hanya sebatas melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Lebih dari itu, diperlukan keikhlasan, loyalitas, solidaritas, serta kesadaran bahwa setiap tindakan personel dapat membawa dampak terhadap citra institusi.

Karena itu, semangat JOGOPERAK diharapkan dapat menjadi pengikat kebersamaan. Setiap personel memiliki peran masing-masing, namun seluruhnya berada dalam satu rumah dan memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga nama baik Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Delapan Bulan Mengabdi, Polres Tanjung Perak Seperti Rumah Sendiri

Bagi Putrawan, makna JOGOPERAK juga tidak lepas dari pengalaman pribadinya selama bertugas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Kurang lebih delapan hingga sembilan bulan menjalankan tugas di lingkungan Polres Pelabuhan Tanjung Perak membuat dirinya merasakan adanya ikatan emosional yang semakin kuat dengan institusi tersebut.

Rutinitas pekerjaan yang padat membuat sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menjalankan tugas kedinasan. Tidak jarang, ia harus pulang larut malam dan mengurangi waktu bersama keluarga.

“Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini sudah saya anggap seperti rumah saya sendiri. Hampir setiap hari saya pulang larut malam. Bahkan waktu bersama keluarga terkadang harus saya korbankan,” ujarnya.

Namun, pengorbanan tersebut menurutnya merupakan bagian dari konsekuensi sebuah pengabdian.

Ia menyadari bahwa tugas sebagai anggota Polri menuntut kesiapan waktu, tenaga, pikiran, dan dedikasi. Ada kalanya kepentingan kedinasan harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi, selama hal tersebut dilakukan untuk menjalankan tanggung jawab secara profesional.

“Semua itu saya jalani sebagai bagian dari pengabdian dan tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik kepada Polri,” sambungnya.

Bagi Putrawan, pengabdian bukanlah perjalanan singkat. Ada proses panjang yang harus dilewati, termasuk menghadapi berbagai tantangan dan situasi yang tidak selalu mudah.

Tidak setiap perjuangan mendapatkan apresiasi secara langsung. Namun, hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti memberikan yang terbaik.

Menurutnya, yang terpenting adalah menjalankan tugas dengan niat baik, ketulusan, dan penuh tanggung jawab. Sebab, hasil dari sebuah perjuangan terkadang memang tidak dapat dirasakan secara instan.

Ia pun meyakini bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan niat baik akan memiliki waktunya sendiri untuk membuahkan hasil.

“Semua akan indah pada waktunya. Bersama Tuhan kita serang dari langit,” ucap Putrawan penuh keyakinan.

Bukan Sekadar Logo, Tetapi Identitas dan Komitmen Bersama

Semangat JOGOPERAK pada akhirnya tidak berhenti pada sebuah rangkaian huruf atau logo.

JOGOPERAK menjadi simbol tentang bagaimana seluruh personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak diharapkan memiliki rasa tanggung jawab yang sama terhadap institusinya.

Menjaga institusi berarti menjaga kepercayaan masyarakat. Menjaga nama baik berarti menjaga kehormatan seluruh personel. Sementara menjaga marwah berarti memastikan setiap tugas dan pelayanan dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan karena institusi kepolisian tidak hanya dituntut hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga memberikan rasa aman, pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Setiap personel pada akhirnya menjadi bagian dari wajah institusi. Apa yang dilakukan oleh satu orang dapat memberikan kesan terhadap institusi secara keseluruhan.

Karena itu, semangat kebersamaan menjadi sangat penting.

JOGOPERAK mengajarkan bahwa tidak ada personel yang bekerja sendirian. Ada institusi yang harus dijaga bersama, ada rekan kerja yang harus saling mendukung, dan ada masyarakat yang harus dilayani dengan sebaik-baiknya.

Rumah besar itu adalah Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Sawah ladang itu adalah tempat para personel bekerja, bertugas, dan mengabdi.

Dan nama baik institusi merupakan harga diri yang harus dijaga secara bersama-sama.

Pada akhirnya, pesan JOGOPERAK dapat dirangkum dalam satu semangat sederhana: jogo bareng-bareng, kerja bareng-bareng, ngabdi bareng-bareng.

Sebab ketika seluruh personel memiliki rasa memiliki yang sama, maka menjaga Polres Pelabuhan Tanjung Perak bukan lagi sekadar kewajiban kedinasan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral sebagai bagian dari sebuah rumah besar yang mereka cintai. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *