SURABAYA, Nusantaraabadinews.com — Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menyabet empat penghargaan sekaligus dalam Temu Administrator Muda Indonesia (Temu AdMI) 2026 di Universitas Warmadewa.
Tim yang terdiri dari Vaneza Ika Artamevia, Mada Ariane Pudjanadi, dan Amanda Naila Majida meraih Juara 1 Policy Brief, Juara 1 Makalah Penelitian, Juara 1 Presentasi Makalah Penelitian, serta Best Delegate.
Mereka mengangkat gagasan Green Productive Market (GPM) melalui penelitian berjudul Penguatan Kebijakan Ruang Terbuka Hijau untuk Ketahanan Panas Pasar Tradisional di Tengah Fenomena Urban Heat Island Kota Surabaya.
Ketua tim Vaneza Ika Artamevia mengatakan, panas di pasar tradisional berdampak langsung pada ekonomi. Tim meneliti Pasar Keputran Utara, Kayoon, Gembong Tebasan, dan Kapasan.
“Panas juga membuat sayuran lebih cepat layu dan warna pakaian lebih cepat memudar,” ujarnya, Sabtu (15/08/2026).
Melalui GPM, tim mengusulkan Photovoltaic-Green Roof (PV-Green Roof) yang memadukan atap hijau dengan panel surya.
Konsep ini bertujuan menekan suhu kawasan, menghasilkan energi terbarukan, dan tidak butuh pembukaan lahan baru.
“Penerapan ini membantu meningkatkan kualitas udara serta mengurangi limpasan air hujan yang berpotensi menyebabkan banjir,” jelasnya.
Tim juga mengusulkan atap hijau ekstensif dengan struktur ringan agar cocok untuk bangunan pasar. Selain meredam Urban Heat Island. sistem ini perawatannya relatif sederhana.
GPM juga mendorong Pemkot Surabaya menetapkan pasar tradisional sebagai kawasan prioritas dalam kebijakan adaptasi panas.
“Penetapan pasar sebagai kawasan prioritas dapat membantu pemerintah mengarahkan program penghijauan dan mitigasi panas secara lebih tepat sasaran,” kata Vaneza.
Gagasan ini menawarkan tata kelola kolaboratif antara pemerintah, pengelola pasar, pedagang, akademisi, dan swasta.
“Kami berharap kebijakan ruang terbuka hijau tidak hanya membahas inklusivitas secara umum, tetapi juga secara khusus menyasar kawasan prioritas yang benar-benar membutuhkan perlindungan,” pungkasnya.






