Redam Konflik SARA hingga Ungkap Narkoba, 12 Personel Polres Tanjung Perak Terima Penghargaan

  • Whatsapp
Foto: 12 personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak menerima penghargaan atas prestasi dalam tugas kepolisian di Surabaya
Foto: 12 personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak menerima penghargaan atas prestasi dalam tugas kepolisian di Surabaya

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com — Dedikasi dan prestasi sejumlah personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak mendapat apresiasi. Sebanyak 12 anggota menerima penghargaan atas keberhasilan dalam menjalankan tugas, mulai dari meredam potensi konflik bernuansa SARA, mengungkap kasus narkotika, menyelesaikan perkara pidana, hingga mengharumkan nama institusi melalui prestasi olahraga.

Penghargaan tersebut diserahkan sebagai bentuk apresiasi institusi terhadap personel yang dinilai menunjukkan kinerja, loyalitas, disiplin, serta pengabdian di luar tuntutan tugas rutin kepolisian.

Bacaan Lainnya

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni atau simbol pencapaian. Menurutnya, apresiasi itu merupakan bentuk penghormatan institusi terhadap anggota yang telah memberikan kontribusi terbaik dalam menjalankan tugas.

“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni atau selembar piagam, melainkan bentuk apresiasi dan penghormatan institusi kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, disiplin, prestasi, serta pengabdian terbaik,” kata AKBP Irwan, Selasa (22/9/2026).

Salah satu penghargaan diberikan kepada Kapolsek Krembangan Kompol Sofyan Efendi dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Perak Barat Aiptu Wiji Supriyadi.

Keduanya dinilai berhasil melakukan langkah mitigasi terhadap persoalan video yang viral di media sosial TikTok terkait suara azan. Persoalan tersebut berpotensi berkembang menjadi konflik bernuansa SARA di Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Krembangan.

Respons cepat dan pendekatan yang dilakukan personel kepolisian menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Apresiasi juga diberikan kepada Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan.

Ia menerima penghargaan setelah meraih juara kedua kategori pengungkapan kasus terbanyak Semester I 2026 Kelompok A dalam kegiatan analisis dan evaluasi Ditresnarkoba Polda Jawa Timur.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Margono Suhendra meraih peringkat kedua dalam penyelesaian perkara se-Jawa Timur untuk periode Januari hingga Agustus 2026.

Penghargaan berikutnya diberikan kepada Brigpol Dimas Putra Pariswari Santoso yang dinilai sebagai penyidik terbaik dalam penyelesaian perkara pada Agustus 2026.

Prestasi personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak tidak hanya datang dari pelaksanaan tugas kepolisian.

Aipda Holili turut menerima penghargaan setelah berhasil meraih juara pertama dalam lomba balap sepeda internasional Tour de Bintan 2026. Ia menjadi yang terbaik pada kategori Gran Fondo Discovery 45 kilometer kelompok putra usia 50–54 tahun.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi personel dalam membawa nama institusi melalui bidang olahraga.

Enam personel lainnya juga mendapat penghargaan atas keberhasilan mengamankan sekelompok pemuda yang diduga akan melakukan transaksi narkotika jenis sabu.

Keenam personel tersebut yakni Bripda Fikri Nizar Fazari, Bripda Imam Is Wahyudi, Bripda Mohamad Afrizal Luthfi, Bripda R. Salman Nur Alfarisy, Bripda Mochammad Eko Nur Wahyudi, dan Bripda David Zona Ardiansyah.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas respons dan keberhasilan personel dalam menjalankan tugas kepolisian yang berkaitan dengan pemberantasan peredaran narkotika.

AKBP Irwan Kurniawan menyampaikan bahwa tugas kepolisian membutuhkan kesiapan untuk mengorbankan waktu, tenaga, hingga kebersamaan dengan keluarga.

Menurutnya, setiap bentuk pengabdian yang dilakukan anggota memiliki nilai penting, meskipun tidak seluruhnya terlihat oleh masyarakat.

“Tidak semua pengabdian dapat dilihat dan tidak semua perjuangan mendapatkan tepuk tangan. Namun, saya percaya tidak ada pengabdian yang sia-sia. Memberikan yang terbaik di tengah berbagai tantangan adalah hakikat pengabdian,” tuturnya.

Ia berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, tetapi menjadi pemacu semangat bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jadikan penghargaan ini sebagai kebanggaan dan pengabdian sebagai kehormatan. Pertahankan prestasi, tingkatkan pengabdian, serta jadilah teladan bagi rekan-rekan lainnya,” pungkas AKBP Irwan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *