Kader Posyandu Diperkuat, Pemkab Madiun Genjot Penurunan Stunting Menuju Zero Stunting

  • Whatsapp
Foto: Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Arumi Bachsin Emil Dardak dalam kegiatan penguatan kelembagaan Posyandu dan percepatan penurunan stunting di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun.
Foto: Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Arumi Bachsin Emil Dardak dalam kegiatan penguatan kelembagaan Posyandu dan percepatan penurunan stunting di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun.

MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus memperkuat komitmen dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui optimalisasi peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), peningkatan kapasitas kader, serta pemenuhan kebutuhan gizi balita. Upaya tersebut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui kegiatan Penguatan Kelembagaan Posyandu melalui Pemberdayaan Kader dan Pemberian Bahan Makanan Tambahan bagi Balita Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis (5/11/2026), menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah daerah, kader Posyandu, dan masyarakat dalam mencegah munculnya kasus stunting baru sekaligus mempercepat penanganan balita yang telah mengalami gangguan pertumbuhan.

Bacaan Lainnya

Acara yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur tersebut dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Madiun Erni Hari Wuryanto, serta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Fitria Purnomo Hadi.

Turut hadir jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Madiun, kader Posyandu, serta masyarakat penerima manfaat.

Foto: Pemkab Madiun bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat peran kader Posyandu dan pemenuhan gizi balita sebagai langkah mempercepat penurunan stunting, Kamis (5/11/2026).
Foto: Pemkab Madiun bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat peran kader Posyandu dan pemenuhan gizi balita sebagai langkah mempercepat penurunan stunting, Kamis (5/11/2026).

Sebanyak 350 peserta dari Kabupaten Madiun mengikuti kegiatan penguatan kapasitas tersebut. Jumlah itu terdiri atas 325 orang dari unsur masyarakat bersama balita dan 25 kader Posyandu.

Selain pembinaan dan peningkatan kompetensi kader, pemerintah juga menyalurkan paket bahan makanan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi balita, khususnya kelompok sasaran yang membutuhkan perhatian lebih.

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kelembagaan Posyandu sekaligus meningkatkan kemampuan kader menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Enam bidang pelayanan tersebut mencakup kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Menurut Arumi, keberhasilan menekan angka stunting tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif kader Posyandu, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan serta penanganan berjalan secara berkelanjutan.

Ia menyebutkan, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jawa Timur mencapai 14,7 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan prevalensi nasional sebesar 19 persen.

Arumi juga memberikan apresiasi terhadap capaian Kabupaten Madiun. Berdasarkan hasil Bulan Timbang sebagaimana disampaikan Bupati Madiun, angka stunting di wilayah tersebut berada di kisaran 5 persen.

Ia berharap capaian itu dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga Kabupaten Madiun mampu mewujudkan target zero stunting.

“Kalau belum bisa nol, minimal kita jaga jangan sampai ada stunting baru. Stunting yang sudah ada kita dampingi agar pertumbuhannya bisa terkejar, sementara balita lainnya kita jaga agar tidak mengalami stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, persoalan stunting tidak boleh dipandang sebatas masalah tinggi badan anak. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, kesehatan, produktivitas, hingga kualitas hidup anak ketika dewasa.

Bupati menjelaskan, Pemkab Madiun secara rutin melaksanakan Bulan Timbang setiap Februari dan Agustus untuk memperoleh data pertumbuhan balita secara akurat. Data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan dan intervensi penanganan stunting agar lebih tepat sasaran.

Berdasarkan hasil Bulan Timbang Agustus dengan tingkat kehadiran peserta hampir mencapai 97 persen, angka stunting Kabupaten Madiun tercatat sekitar 5 persen. Capaian tersebut jauh lebih rendah dibandingkan angka SSGI 2024 yang mencapai 12,1 persen.

“Kami berharap data hasil Bulan Timbang ini bisa menjadi acuan dalam menentukan langkah penanganan agar lebih tepat sasaran. Anak-anak yang masih mengalami stunting akan terus kita dampingi supaya pertumbuhannya bisa segera membaik,” ungkapnya.

Untuk mempertahankan capaian tersebut, Bupati meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan program percepatan penurunan stunting.

Camat dan kepala desa juga diminta menjadikan penanganan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan di wilayah masing-masing. Sementara tim pembina dan kader Posyandu diharapkan terus meningkatkan kompetensi dalam memantau tumbuh kembang balita, memberikan edukasi tentang gizi, serta mendampingi keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Bupati Hari Wuryanto secara khusus mengingatkan para orang tua agar memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan gizi anak sejak 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Periode tersebut menjadi fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, pemberian ASI eksklusif, pemenuhan makanan bergizi, pola asuh yang tepat, serta pemantauan kesehatan secara berkala harus menjadi perhatian setiap keluarga.

Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan dukungan pelayanan kesehatan dan pendampingan kader Posyandu secara konsisten.

Melalui program penguatan kelembagaan Posyandu tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan peningkatan kapasitas sebanyak 750 kader Posyandu serta penyaluran 9.750 paket bahan makanan tambahan bagi balita sasaran di 30 kabupaten/kota.

Khusus Kabupaten Madiun, sebanyak 350 paket bahan makanan tambahan disalurkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita.

Bupati berharap program tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan Posyandu di tengah masyarakat.

Penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi kader, serta dukungan sarana dan prasarana dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan masyarakat yang lebih optimal.

Dengan memperkuat sinergi pemerintah, tenaga pelayanan, kader Posyandu, dan partisipasi aktif keluarga, Pemkab Madiun optimistis upaya menekan angka stunting dapat terus ditingkatkan.

Target akhirnya bukan sekadar menurunkan angka statistik, melainkan memastikan setiap anak di Kabupaten Madiun mendapatkan kesempatan tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *