Perkuat Kompetensi Pegawai, Rutan Kelas I Surabaya Sosialisasikan Pembelajaran Social Learning dan Experience Learning

  • Whatsapp
IMG 20261001 WA0042

SIDOARJO, Nusantaraabadinews.com — Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembinaan warga binaan di lingkungan pemasyarakatan. Di tengah tuntutan kerja yang semakin dinamis, aparatur pemasyarakatan dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi, berkolaborasi, serta terus mengembangkan kompetensinya.

Upaya tersebut mendapat perhatian melalui sosialisasi pembelajaran berbasis sosial dan pengalaman yang dipimpin langsung Kepala Pusat Pengembangan dan Penilaian Kompetensi (PPK) BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan, Pujo Harinto, di Ruang Rapat Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan pola pembelajaran pegawai agar semakin relevan dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan teknologi. Dalam sosialisasi itu, peserta diperkenalkan lebih jauh pada pemanfaatan platform PK BANGKOM dan MOOC sebagai sarana pembelajaran yang dapat diakses secara lebih fleksibel dan interaktif.

Melalui pendekatan Social Learning, proses peningkatan kompetensi tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran formal, tetapi juga melalui interaksi, komunikasi, pertukaran pengetahuan, serta berbagi pengalaman antarpegawai. Pola tersebut membuka ruang bagi setiap individu untuk belajar dari lingkungan kerja sekaligus memperkaya wawasan melalui pengalaman rekan sejawat.

Sementara Experience Learning menempatkan pengalaman langsung sebagai bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi. Pengalaman menghadapi persoalan di lapangan, menyelesaikan pekerjaan, memberikan pelayanan hingga mengambil langkah dalam menghadapi berbagai situasi operasional dapat menjadi sumber pembelajaran yang bernilai bagi pengembangan kapasitas aparatur.

Pemanfaatan kedua pendekatan tersebut diharapkan mampu mengubah paradigma pembelajaran pegawai dari sekadar mengikuti kegiatan pelatihan menjadi proses pengembangan kompetensi yang berlangsung secara berkelanjutan.

Terlebih, tugas pemasyarakatan memiliki tantangan yang kompleks. Petugas dituntut mampu menjalankan fungsi pelayanan, pembinaan, pengamanan, administrasi hingga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat maupun warga binaan.

Karena itu, peningkatan kompetensi tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Aspek kepemimpinan, kemampuan manajerial, komunikasi, pemecahan masalah, adaptasi terhadap teknologi serta pelayanan prima juga menjadi bagian penting dalam membentuk aparatur pemasyarakatan yang profesional.

Pemanfaatan teknologi digital melalui PK BANGKOM dan MOOC diharapkan semakin memperluas akses pegawai terhadap proses pembelajaran. Sistem tersebut memungkinkan pengembangan kompetensi dilakukan secara lebih fleksibel dan merata, tanpa sepenuhnya bergantung pada pola pembelajaran konvensional.

Bagi organisasi pemasyarakatan, transformasi pola belajar tersebut memiliki arti strategis. Kompetensi pegawai yang terus diperbarui diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan.

IMG 20261001 WA0043 IMG 20261001 WA0041

“Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan SDM di lingkungan Rutan Surabaya. Menurutnya, kesiapan pegawai menghadapi tantangan operasional membutuhkan proses pembelajaran dan peningkatan kapasitas yang dilakukan secara konsisten.

Komitmen tersebut diarahkan untuk membangun SDM yang unggul, profesional dan mampu merespons berbagai dinamika tugas di lapangan. Dengan kompetensi yang semakin kuat, jajaran Rutan Surabaya diharapkan dapat memberikan pelayanan yang semakin berkualitas dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Sosialisasi yang dipimpin Pujo Harinto tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan kompetensi aparatur bukan sekadar agenda pelatihan, melainkan bagian dari proses membangun budaya belajar di lingkungan pemasyarakatan.

Dengan menggabungkan pembelajaran melalui interaksi sosial, pengalaman kerja dan dukungan teknologi digital, penguatan SDM diharapkan mampu melahirkan kader-kader pemasyarakatan yang tangguh secara mental, cakap dalam manajerial, adaptif terhadap perubahan serta konsisten menghadirkan pelayanan prima.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemasyarakatan yang semakin profesional, responsif dan mampu memberikan manfaat serta dampak positif yang lebih nyata bagi masyarakat luas. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *