MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Audisi Dai Cilik yang diinisiasi Jawa Pos Radar Madiun. Kegiatan yang mempertemukan para pelajar SMP/MTs tersebut dinilai menjadi wadah positif untuk melatih keberanian, keterampilan berbicara, sekaligus membentuk karakter anak sejak dini.
Festival Dai Cilik tingkat SMP/MTs itu digelar di Pendopo Mudagraha Madiun, Kamis (8/10/2026). Para peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Madiun tampak antusias mengikuti audisi. Mereka tampil menyampaikan materi dakwah dengan penuh keberanian di hadapan para juri dan tamu undangan.
Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menegaskan, substansi utama kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk menentukan siapa yang keluar sebagai juara.
Menurutnya, keberanian anak untuk tampil di hadapan publik merupakan capaian penting yang harus diapresiasi. Panggung seperti Festival Dai Cilik dapat menjadi ruang bagi anak untuk mengasah kemampuan komunikasi sekaligus belajar mengendalikan rasa takut dan ego dalam dirinya.
“Jangan pernah terlalu terbebani oleh perlombaan. Kemenangan itu sebenarnya nomor sekian. Hambatan terbesar itu ada dalam diri sendiri, yaitu bagaimana kita mampu mengalahkan ambisi, ego, dan ketakutan untuk tampil di depan publik. Keberanian adik-adik untuk melangkah saja sudah menjadi nilai plus dan prestasi yang luar biasa,” tutur Wakil Bupati.

Purnomo Hadi menilai, seorang dai cilik tidak cukup hanya mampu tampil menggemaskan di atas panggung. Kemampuan menghibur dengan humor maupun gesture bahasa tubuh memang menjadi bagian dari cara berkomunikasi, tetapi pesan yang disampaikan tetap harus memiliki substansi.
Seorang dai, kata dia, harus mampu menyampaikan pesan yang memberikan pelajaran dan manfaat bagi orang yang mendengarkannya.
Karena itu, kemampuan berbicara di depan umum perlu dibarengi dengan penguasaan materi. Anak-anak juga perlu dibiasakan memahami persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya sehingga pesan dakwah yang disampaikan tidak berhenti pada penampilan semata.
Wabup Madiun juga mengajak para dai muda untuk lebih peka terhadap berbagai persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan anak-anak dan pelajar.
Menurutnya, perkembangan zaman membuat materi dakwah harus mampu menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi generasi muda saat ini. Salah satunya menyangkut perilaku perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Selain bullying, persoalan kecanduan gawai atau gadget juga dinilai relevan untuk menjadi bahan dakwah anak-anak.
Pesan-pesan mengenai penggunaan gawai secara bijak, membangun pergaulan sehat, menghormati teman, serta menghindari tindakan perundungan dapat menjadi bagian dari dakwah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari para pelajar.
Dengan begitu, keberadaan dai cilik tidak hanya menjadi tontonan di atas panggung, tetapi juga mampu menghadirkan pesan edukatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melihat dampak positif kegiatan tersebut, Pemkab Madiun menyatakan kesiapannya untuk terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Audisi Dai Cilik pada tahun-tahun berikutnya.
Bahkan, Pemkab Madiun membuka peluang untuk menjadi tuan rumah puncak gelaran Festival Dai Cilik mendatang.
Purnomo Hadi mengatakan, Pemkab Madiun menyambut baik rencana kerja sama dengan Jawa Pos Radar Madiun untuk menjadikan Kabupaten Madiun sebagai pusat atau lokasi puncak acara Dai Cilik.
“Insyaallah Pak Bupati dan saya siap memberikan yang terbaik. Kami menyambut baik rencana kerja sama dengan Jawa Pos agar Kabupaten Madiun bisa menjadi pusat atau puncak acara Dai Cilik tahun depan. Semoga ini menjadi sarana menginspirasi dan membangkitkan potensi anak-anak kita,” pungkas Wabup Madiun.
Komitmen tersebut sekaligus menunjukkan dukungan Pemkab Madiun terhadap ruang-ruang pengembangan potensi generasi muda. Festival Dai Cilik diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menumbuhkan anak-anak yang berani berbicara, memiliki karakter, serta mampu menyampaikan pesan positif bagi lingkungan sekitarnya.






