Pelatihan Therapy Banyu Urip Internasional dengan Metode Banyu Urip Digelar di Sleman, Diikuti 15 Terapis dari Jatim dan Jateng

  • Whatsapp
IMG 20261106 WA0019

SLEMAN, YOGYAKARTA – Nusantaraabadinews.com – Pelatihan Therapy Banyu Urip Internasional dengan metode Banyu Urip berhasil digelar di Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi para terapis untuk memperdalam ilmu terapi sekaligus mempererat silaturahmi antar terapis lintas provinsi, Jumat, 6 November 2026.

Sebanyak sekitar 15 terapis dari wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah mengikuti pelatihan tersebut. Mereka datang dari berbagai kota dengan satu tujuan yang sama, yakni ingin meningkatkan kemampuan dan wawasan dalam dunia terapi kesehatan.

Pelatihan ini dipimpin langsung oleh Owner Therapy Banyu Urip Internasional, yaitu Sertu M.S. Arifin. Kehadiran beliau secara langsung menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta, karena mereka dapat belajar langsung dari pemilik dan peracik metode Banyu Urip tersebut.

Dalam sesi pelatihan, Sertu M.S. Arifin memberikan materi secara lengkap dan sistematis. Mulai dari filosofi dasar Banyu Urip, pemahaman tentang energi air, teknik terapi, cara mendeteksi keluhan pasien, hingga praktik langsung penanganan terapi yang benar dan aman.

Suasana pelatihan berlangsung sangat hidup dan interaktif. Para peserta tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya, berdiskusi, dan langsung mempraktikkan setiap teknik yang diajarkan. Hal ini membuat materi lebih mudah dipahami dan langsung bisa diterapkan.

Dalam kesempatan tersebut, Sertu M.S. Arifin menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta tentang arti kesehatan dalam kehidupan manusia. Menurutnya, kesehatan adalah aset paling berharga yang sering kali baru disadari setelah hilang.

“Jaga kesehatan karena kesehatan itu yang utama,” ungkapnya dengan tegas di hadapan para peserta.

Ia menegaskan bahwa terapi Banyu Urip bukan hanya bertujuan untuk menyembuhkan orang yang sudah sakit, tetapi juga sebagai upaya pencegahan agar tubuh tetap sehat, segar, dan tidak mudah terserang penyakit. Oleh karena itu, ia mengajak para terapis untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Senada dengan hal tersebut, salah satu terapis asal Surabaya, Siti Nurmeimanah, yang biasa dipanggil Nyi Tanjung, turut menyampaikan pandangannya. Ia mengaku sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Sertu M.S. Arifin.

“Jagalah kesehatan selalu sebelum kita sakit,” ujar Nyi Tanjung.

Menurut Nyi Tanjung, banyak masyarakat yang baru datang untuk terapi setelah kondisinya sudah parah. Padahal, jika kesehatan dijaga sejak awal, berbagai penyakit bisa dicegah. Ia berharap melalui metode Banyu Urip, masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan jauh lebih murah dan lebih mudah daripada mengobati penyakit.

Nyi Tanjung sendiri merupakan salah satu terapis senior dari Surabaya yang sudah lama mempraktikkan terapi Banyu Urip. Ia mengaku pelatihan kali ini memberikan banyak ilmu baru yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya, terutama dalam hal teknik dan pendekatan terhadap pasien.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta juga saling bertukar pengalaman. Ada yang bercerita tentang pasien yang berhasil sembuh, ada yang bertanya tentang cara menangani kasus-kasus sulit, dan ada pula yang berbagi tips agar pelayanan terapi semakin dipercaya masyarakat.

Interaksi yang hangat tersebut membuat pelatihan terasa seperti pertemuan keluarga besar. Meskipun berasal dari daerah yang berbeda-beda, seluruh peserta merasa memiliki satu ikatan yang sama, yaitu sebagai keluarga besar Therapy Banyu Urip Internasional.

Seluruh peserta pelatihan merasa senang dan sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mengaku mendapatkan ilmu-ilmu terapi yang baru, teknik-teknik yang lebih mendalam, serta menambah wawasan seputar kesehatan secara umum.

Bagi para peserta, ilmu yang didapatkan dalam pelatihan ini sangat berharga. Tidak hanya bermanfaat untuk pengembangan diri sebagai terapis, tetapi juga sangat bermanfaat untuk membantu masyarakat di daerah masing-masing yang membutuhkan layanan terapi kesehatan.

Mereka juga mengaku pulang dengan semangat baru. Setelah mengikuti pelatihan ini, mereka merasa lebih percaya diri dan lebih siap untuk melayani pasien dengan metode Banyu Urip yang lebih baik dan lebih profesional.

Di akhir kegiatan, para peserta berharap pelatihan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin. Mereka berharap Therapy Banyu Urip Internasional semakin berkembang, semakin solid, dan semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia bahkan hingga ke mancanegara.

Dengan berakhirnya pelatihan di Sleman ini, diharapkan para terapis dari Jawa Timur dan Jawa Tengah dapat menjadi duta-duta kesehatan di wilayahnya masing-masing, menyebarkan manfaat terapi Banyu Urip dan mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan sebelum sakit datang. (Amin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *