Mahasiswa Informatika Gontor Belajar Keamanan Informasi di Diskominfo Jatim

  • Whatsapp
Screenshot 20250703 005957 Chrome

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan studi akademi mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dari Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Ponorogo, Rabu (02/7/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan kuliah terkait hal-hal yang berhubungan dengan kemanan informasi, serta memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam dunia kerja, sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai perkembangan teknologi terkini.

Dosen Prodi Teknik Informatika Universitas Darussalam Gontor, Ustad Azis Mustofa, S.Kom, MT, mengaatakan, dmelalui studi akademik ini diharapkan mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana penerapan teknologi informasi dalam dunia kerja, serta memahami aturan dan prosedur yang berlaku di industri.

Selain itu, kata Azis, mahasiswa bisa berinteraksi langsung dengan praktisi dan akademisi di bidang terkait, hingga memperluas jaringan profesional mereka.

“Kami berharap para mahasiswa tidak hanya mendapatkan motivasi dan referensi untuk merancang masa depan mereka, tetapi juga belajar tentang nilai-nilai penting seperti kerja keras, profesionalisme, dan etika kerja yang ditunjukkan oleh para narasumber maupun institusi,” tutur Ustad Aziz.

Ketua Tim Kerja Layanan, Monev dan Audit Persandian untuk Pengamanan Informasi, Dinas Kominfo Jatim, Aulia Bahar S.Kom.M.ISm, memberikan apresiasi terhadap kunjungan studi akademi mahasiswa Program Studi Teknik Informatika UNIDA Gontor.

Ia pun menjelaskan mengenai berbagai kegiatan persandian dan upaya keamanan infromasi yang dilakukan oleh Dinas Kominfo Jatim. Disampaikannya, bahwa upaya menjaga kedaulatan ruang siber dan peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman sosial digital merupakan hal yang sangat penting.

Menurutnya, setiap tindakan dalam ruang digital harus mengikuti Standar Oeprasional Prosedur (SOP), termasuk larangan mengakses situs film atau konten ilegal. Kepatuhan terhadap SOP ini juga merupakan bagian dari membentuk budaya digital yang bertanggung jawab.

“Trafik anomali sepanjang tahun 2023 menunjukkan angka yang sangat besar, yaitu 403.090.013 kejadian. Hal ini menggambarkan kompleksitas ancaman siber yang harus dihadapi,” jelasnya.

Dalam konteks ini, kata Aulia, manusia justru menjadi aset paling penting dalam sistem keamanan digital. Tak hanya pengetahuannya terus diperbarui, namun juga harus memerhatikan kerentanan-kerentanan yang berasal dari perilaku, seperti mengakses Wi-Fi gratis tanpa perlindungan yang dapat dimanfaatkan untuk penyadapan dan pencurian data.

Sebagai informasi, kunjungan studi akademi mahasiswa Program Studi Teknik Informatika UNIDA Gontor ini diikuti lebih dari 100 mahasiswa, dari semester awal hingga semester akhir perkuliahan. Kunjungan studi ini merupakan bagian penting dari kurikulum Teknik Informatika UNIDA Gontor untuk memastikan mahasiswa siap menghadapi tantangan di dunia kerja yang terus berkembang. (YUDI)

Dinas KOMINFO JATIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *