TransJatim Ekspansi Layanan Angkutan ke Lamongan dan Gresik

  • Whatsapp
Img 20250720 Wa0099

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan perluas jangkauan layanan angkutan massal TransJatim.
Ekspansi terbaru akan menjangkau wilayah Lamongan dan Gresik.

Perluasan jangkauan tersebut untuk menutup kekosongan layanan transportasi umum yang selama ini belum terlayani secara memadai.

“Rute ke Lamongan ini bukan sekadar perluasan, tapi menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah tanpa akses transportasi memadai,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono, Minggu (20/07/25).

Nyono mengatakan, selama ini koridor yang dilalui TransJatim sengaja diarahkan ke rute-rute baru agar tidak berbenturan dengan trayek eksisting.

“Kalau kita langsung masuk ke trayek yang sudah ada, pasti ada gesekan sosial dengan pengusaha angkutan lama. Maka kita pilih masuk ke wilayah yang belum tersentuh layanan angkutan. Salah satunya Lamongan,” kata Nyono.

Trayek baru ini akan menghubungkan Terminal Tipe B Lamongan ke Paciran, kemudian ke wilayah Dukun di Gresik, dan kembali ke Lamongan utara.

Rute tersebut akan terkoneksi dengan Koridor 5 TransJatim yang telah lebih dahulu beroperasi.

“Lamongan itu terpecah antara selatan dan utara. Dengan masuk lewat Dukun Gresik, konektivitas dua wilayah ini bisa terwujud. Ini solusi transportasi yang luar biasa,” tambahnya.

Rencana peluncuran koridor baru ini dijadwalkan pada Oktober 2025, bertepatan dengan bulan ulang tahun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kita jadikan ini hadiah ulang tahun untuk Jatim. Masyarakat butuh layanan yang aman, murah, dan nyaman,” kata Nyono lagi.

Nyono juga menyinggung tantangan konektivitas antarmoda di wilayah Surabaya. Ia mengakui bahwa integrasi tiket antara TransJatim dan Surabaya Bus masih belum menemukan titik temu.

“Kami sudah lakukan rapat dua kali, dan dari sisi TransJatim kami siap sistem tiket terusan, bahkan siap berbagai skenario pembagian pendapatan. Tapi dari Surabaya Bus sampai sekarang belum ada keputusan,” paparnya.

Meski begitu, Nyono tetap berharap koordinasi antarlembaga bisa menghasilkan solusi terbaik. “Kita ini sama-sama pemerintah. Mau dilayani Surabaya Bus, TransJatim, Wirawiri, yang penting masyarakat terlayani. Tidak perlu ada sekat,” terangnya.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *