Upaya Cegah Paham Ekstremisme, Polda Jatim Gencar Sosialisasi Bahaya Terorisme ke Kalangan Pelajar dan Santri di Ponpes Elkisi Mojokerto

  • Whatsapp
Img 20250726 Wa0035
Petugas Polda Jatim memberikan edukasi pencegahan radikalisme kepada santri di Pondok Pesantren Elkisi Mojokerto

MOJOKERTO, Nusantaraabadinews.com – Kepolisian Daerah Jawa Timur terus memperkuat benteng pertahanan generasi muda dari infiltrasi paham radikal dan intoleran. Melalui edukasi kebangsaan secara langsung, Polda Jatim menyasar pelajar, mahasiswa, hingga para santri untuk memahami ancaman laten terorisme dan radikalisme.

Langkah konkret ini kembali ditunjukkan melalui kegiatan penyuluhan yang digelar di Pondok Pesantren Islamic Center Elkisi, Mojokerto, Kamis (24/7/2025), oleh jajaran Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) melalui Subditbintibsos Polda Jatim.

Bacaan Lainnya
Img 20250726 Wa0035
Petugas Polda Jatim memberikan edukasi pencegahan radikalisme kepada santri di Pondok Pesantren Elkisi Mojokerto

Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 100 santri tingkat SMP dan SMA mengikuti sesi edukatif yang sarat akan wawasan kebangsaan, dengan fokus utama pada bahaya radikalisme, terorisme, dan budaya asing yang tidak selaras dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari dua prioritas utama Polri di Triwulan III 2025, yang berfokus pada upaya preventif terhadap ancaman ideologi transnasional.

Img 20250726 Wa0034
Petugas Polda Jatim memberikan edukasi pencegahan radikalisme kepada santri di Pondok Pesantren Elkisi Mojokerto

“Road show kita sosialisasikan bahaya terorisme, radikalisme, dan intoleransi kepada masyarakat, pelajar, mahasiswa maupun para santri,” tegas Kombes Pol Abast, Sabtu (26/7).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasubditbintibsos Ditbinmas Polda Jatim AKBP Sutiono, S.Pd, didampingi oleh Kompol Mujiati, S.H, selaku Kasibinpenakta, serta personel dari Polres Mojokerto.

Dalam pemaparannya, AKBP Sutiono menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap pola-pola pengaruh radikal yang kerap masuk melalui aktivitas pengajian tertutup yang tidak transparan.

“Kita harus saling waspada terhadap adanya pengajian tertutup, terutama dengan orang-orang baru yang tidak dikenal,” ujar AKBP Sutiono.

Ia juga mengingatkan santri agar tidak mudah terpengaruh oleh budaya asing yang menyimpang dari nilai-nilai luhur bangsa maupun ajaran agama yang sebenarnya.

Sebelum acara dimulai, Kepala Sekolah SMA Elkisi, Ustadz Gunanto, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Polri dalam mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan pendidikan Islam.

Acara ditutup dengan penyerahan sarana kontak edukatif kepada para santri sebagai pengingat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan toleransi. Suasana kegiatan berjalan tertib, penuh antusiasme, dan interaktif.

“Ini juga sebuah langkah nyata Polri dalam membentengi generasi penerus bangsa dari ancaman ekstremisme,” pungkas AKBP Sutiono.(R1F)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *