Etika Jaksa Disorot di Sidang Anthony, Pengemudi BMW Mabuk Tewaskan Dua Orang  

  • Whatsapp
Compress 20250813 184121 1377~2
Sidang kecelakaan maut BMW di PN Surabaya dengan terdakwa Anthony Adiputra Sugianto.

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Etika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Galih Riana Putra dari Kejari Surabaya menjadi sorotan publik usai aksinya dalam sidang lanjutan kasus kecelakaan lalu lintas maut dengan terdakwa Anthony Adiputra Sugianto, pengemudi mobil BMW yang menewaskan dua orang di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Rabu (13/8/2025) itu mengundang perhatian karena JPU Galih lebih dulu memperlihatkan berkas dan foto bukti perdamaian antara terdakwa dan keluarga korban. Langkah ini dinilai sebagian pengunjung sidang tidak lazim, bahkan terkesan seperti membela terdakwa.

Bacaan Lainnya
Compress 20250813 184121 1377~2
Sidang kecelakaan maut BMW di PN Surabaya dengan terdakwa Anthony Adiputra Sugianto.

“Jaksanya lebih aktif daripada pengacaranya, seperti ingin mengingatkan hakim lebih dulu tentang adanya perdamaian dengan keluarga korban,” ujar salah satu pengunjung sidang yang enggan disebut namanya.

Dalam perkara kecelakaan lalu lintas, perdamaian antara pelaku dan keluarga korban—melalui permintaan maaf dan santunan uang—sering dijadikan dasar untuk meringankan hukuman terdakwa. Namun, dalam kasus ini, fakta di sidang sebelumnya menunjukkan bahwa Anthony mengemudi dalam keadaan mabuk berat setelah minum alkohol.

Di hadapan Ketua Majelis Hakim S. Pujiono, Anthony mengaku sebelum peristiwa nahas tersebut, dirinya bersama tiga teman mengunjungi dua tempat hiburan malam ternama di Surabaya. Mereka berpindah dari Union Bar & Café ke Black Hole Club.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Anthony memutuskan pulang menuju Surabaya Barat untuk mengantar temannya. Ia mengaku mengemudi BMW dengan kecepatan sekitar 90 km/jam. “Ada gelombang jalan, lalu saya menyenggol dua motor. Saya lihat beberapa motor terjatuh,” ungkapnya menjawab pertanyaan jaksa.

Anthony juga menceritakan bahwa salah satu korban sempat menghampirinya, namun ia memilih membantu korban lain lebih dahulu. Ia mengklaim sempat bertukar nomor telepon dengan korban sebelum meninggalkan lokasi.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *