MADIUN, Nusantaraabadinews.com – 30 Agustus 2025| Balai desa bandungan ramai sesak dipadati warga masyarakat, bukan karena hendak berdemo tentang kebijakan desa tapi antusiasme mereka menonton gelar seni budaya ketoprak humor yang diprakarsai oleh pemerintah desa bandungan.
Dalam rangka menutup prosesi perayaan HUT RI ke-80, jajaran pemerintah desa bandungan dan seluruh element masyarakat mengadakan acara puncak resepsi yang di isi dengan pentas seni dan lebih menariknya lagi adalah pertunjukan seni budaya ketoprak yang di kemas secara humor.
Pertunjukan ini terbilang sukses menyedot animo masyarakat, terbukti penonton membludak memadati halaman balai desa dan enggan beranjak dari tempat sampai acara selesai dipentaskan.
Hudi Utomo selaku Kepala Desa Bandungan dalam sesi wawancara dengan para awak media menyampaikan beribu-ribu ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat desa bandungan atas semua dukungan baik materi maupun non materi sehingga seluruh rangkaian perayaan HUT RI Ke-80 Desa Bandungan sukses dilaksanakan.
Di tengah suasana kebatinan masyarakat Indonesia yang memanas akhir-akhir ini, kami mencoba menghadirkan suasana humor yang kami kemas dalam sebuah pentas pertunjukan panggung yaitu ketoprak humor,yang tujuannya tidak lain adalah menghibur masyarakat agar tidak spaneng terhadap isu-isu yang deras membanjiri kanal media sosial mereka.
Selain daripada itu, ketoprak adalah seni budaya yang sudah seyogyanya lah kita jaga dan uri-uri agar tidak kelam oleh budaya baru, anak-anak muda perlu diberi tahu, perlu diingatkan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali seni budaya salah satunya adalah ketoprak, agar tumbuh lah minat mereka untuk berperan aktif menjaga kelestarianya.
Kalau bukan kita siapa lagi..?, jangan sampai kita merasa marah jika kebudayaan kita di klaim negara lain tapi di lain sisi kita sendiri enggan merawat dan menjaganya.
Tercatat dua tahun belakangan ini, desa bandungan menunjukan komitmen yang nyata dalam hal pelestarian seni budaya, dalam acara HUT RI ke-79 tahun lalu seni ketoprak homor “joyo gumilang” juga mereka gelar, kala itu mengambil judul ” joko kendil njaluk rabi ” dan pada kesempatan gelaran pertunjukan kemarin malam judul yang di usung adalah “minak jinggo gugur,damarwulan ngratu”.
Berbagai komentar positif juga disampaikan masyarakat salah satu nya datang dari tokoh masyarakat bapak dasminto yang pada malam kemarin di daulat sebagai pambuka acara.
”Ini adalah hiburan yang sebenarnya, kita bisa lihat dari antusiasme masyarakat, mereka datang berduyun-duyun memadati tempat pagelaran, duduk dengan tertip dan tertawa lepas saat adegan-adegan lucu diperankan, dan yang lebih penting lagi mereka pulang dengan rasa bahagia membawa cerita cuplikan-cuplikan adegan yang mungkin akan terus mereka perbincangkan dikeseharian mereka, ungkapnya.
Ketoprak memang tidak bisa lepas dari cerita masyarakat bandungan, dulu tahun 90’an disini ( halaman balai desa ), ini adalah tempat tampilnya group ketoprak dan ludruk, setiap sabtu malam minggu mereka tampil disini, bahkan seniman legendaris Kirun Cs, meniti karirnya salah satu nya dari pertunjukan di desa ini kala itu, kenangnya.
Pertunjukan ketoprak humor yang di gagas pemerintah desa bandungan seakan menjadi obat rindu yang sudah lama masyarakat dambakan, pungkasnya.
Menutup sesi wawancara, kepala desa bandungan Hudi Utomo, mengingatkan kembali pentingnya nguri-uri seni budaya, tidak hanya ketoprak saja seni budaya yang lain pum juga harus di jaga, ditumbuhkan kembali dan dilestarikan, kami hanya bisa memberikan contoh sebisa kami, selanjutnya anak-anak muda penerus generasi lah yang memikul tanggungjawab kedepannya.
(Tia/Merry)






