JAKARTA, Nusantaraabadinews.com – Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur sekaligus Anggota MPR RI/DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan bahwa sudah saatnya Pemuda Pancasila memiliki wadah politik tunggal yang merepresentasikan perjuangan ideologis organisasi.
Dalam catatan khusus bertajuk “Catatan Mubes PP XI: Aktifkan Kembali Partai Patriot”, LaNyalla menyebut pengaktifan kembali Partai Patriot sebagai langkah strategis dan mendesak bagi Pemuda Pancasila untuk menghadapi Pemilu Legislatif 2029.

Menurutnya, selama ini Pemuda Pancasila memang menyalurkan aspirasi politiknya melalui kader yang tersebar di berbagai partai. Namun strategi “ada di mana-mana” ini justru membuat perjuangan ideologis menjadi tidak teragregasi dan rentan terhadap kepentingan partai lain.
“Setiap partai memiliki platform ideologi berbeda, dan sering kali tidak sejalan dengan misi Pemuda Pancasila untuk revitalisasi nilai-nilai Pancasila. Akibatnya, perjuangan politik menjadi terpecah dan tidak terjamin mulus,” tegas LaNyalla.
LaNyalla menyampaikan, dengan menghidupkan kembali Partai Patriot, Pemuda Pancasila akan memiliki “rumah perjuangan politik” sendiri yang fokus pada agenda ideologis, yakni menegakkan Pancasila dan konstitusi sesuai naskah asli para pendiri bangsa.
Partai Patriot, menurutnya, dapat menjadi alat konsolidasi yang menyatukan energi seluruh kader dalam satu platform perjuangan yang jelas dan koheren.
“Dengan satu wadah perjuangan politik, Pemuda Pancasila bisa fokus membangun kekuatan politik yang solid, mandiri, dan konsisten dengan ideologi Pancasila,” ujar LaNyalla.
Lebih lanjut, LaNyalla menilai Partai Patriot akan menjadi sarana bagi Pemuda Pancasila untuk tidak sekadar menjadi pressure group, tetapi berubah menjadi aktor politik penentu kebijakan.
Dengan begitu, Pemuda Pancasila tidak lagi hanya menyalurkan aspirasi melalui partai lain, melainkan menentukan arah kebijakan dan regulasi secara langsung. Langkah ini diyakini dapat memberikan otonomi dan daya tawar politik yang lebih besar di kancah nasional.
LaNyalla juga menegaskan pentingnya memastikan kader terbaik Pemuda Pancasila memiliki jalur politik sendiri tanpa harus bergantung pada ideologi partai lain. Dengan Partai Patriot, Pemuda Pancasila dapat membangun sistem kaderisasi yang jelas untuk menyiapkan kader legislatif dan eksekutif berkomitmen tinggi terhadap visi organisasi.
“Kita ingin perjuangan politik Pemuda Pancasila tidak berhenti di satu periode pemilu, tetapi berkelanjutan dan konsisten dalam memperjuangkan khittah konstitusi,” ungkapnya.
Dalam pandangan LaNyalla, perjuangan mengembalikan sistem ketatanegaraan Indonesia sesuai rumusan asli para pendiri bangsa merupakan tugas politik besar. Untuk itu dibutuhkan kekuatan politik yang solid di parlemen agar mampu mendorong arah kebijakan nasional yang sejalan dengan semangat Pancasila.
“Hanya dengan partai politik sendiri, Pemuda Pancasila dapat mendorong perubahan konstitusi dan kebijakan publik secara tegas tanpa kompromi,” tegasnya.
LaNyalla menilai, Pemilu 2029 menjadi momentum tepat bagi Pemuda Pancasila untuk bersatu kembali di bawah satu bendera perjuangan. Ia menegaskan, langkah mengaktifkan Partai Patriot bukan nostalgia, tetapi keharusan strategis untuk memastikan ideologi Pancasila benar-benar menjadi roh politik nasional.
“Sekali layar terkembang, surut kita berpantang,” tutup LaNyalla dengan penuh semangat nasionalis.(**)






