Bhabinkamtibmas Jemur Wonosari Dukung Kebun Hidroponik Warga untuk Ketahanan Pangan Surabaya

  • Whatsapp
Foto: Bhabinkamtibmas Jemur Wonosari saat meninjau kebun hidroponik warga dengan ribuan tanaman sayuran dan herbal untuk mendukung ketahanan pangan di Surabaya.
Foto: Bhabinkamtibmas Jemur Wonosari saat meninjau kebun hidroponik warga dengan ribuan tanaman sayuran dan herbal untuk mendukung ketahanan pangan di Surabaya.

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Komitmen memperkuat ketahanan pangan terus diwujudkan melalui kolaborasi antara masyarakat dan kepolisian. Salah satu upaya tersebut terlihat dari kegiatan sambang yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jemur Wonosari, Polsek Wonocolo, Polrestabes Surabaya, ke lokasi budidaya hidroponik milik warga yang telah berkembang menjadi sentra pertanian produktif di kawasan perkotaan.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026 itu dipimpin Bhabinkamtibmas Jemur Wonosari, Aiptu Sutrisno. Ia mengunjungi kebun hidroponik yang berada di RT 02 RW 04, Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, untuk melihat secara langsung perkembangan program pertanian yang dikelola masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Sutrisno berdialog dengan Hidayat selaku Ketua Kelompok Tani Hidroponik Jemur Wonosari. Pertemuan itu bertujuan untuk mengetahui perkembangan budidaya tanaman hidroponik yang selama ini menjadi salah satu penunjang ketahanan pangan masyarakat sekaligus sumber ekonomi warga.

Kelompok Tani Hidroponik Jemur Wonosari saat ini membudidayakan berbagai jenis tanaman sayuran dan herbal, seperti sawi, kangkung, serta daun mint. Seluruh tanaman dikembangkan menggunakan sistem hidroponik modern dengan kapasitas mencapai sekitar 1.000 mini pot.

Keberadaan kebun hidroponik tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak menghalangi masyarakat untuk menghasilkan produk pertanian berkualitas. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi, hasil panen secara rutin dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional maupun pasar modern di Kota Surabaya.

Tidak hanya bernilai ekonomi, sebagian hasil panen juga dibagikan kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi dalam menyediakan pangan sehat bagi masyarakat lingkungan setempat.

“Kami berupaya menjadikan kebun hidroponik ini sebagai sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan pangan sehat. Alhamdulillah hasil panen dapat dipasarkan dan sebagian lainnya bisa dinikmati oleh warga sekitar,” ungkap Hidayat.

Kegiatan sambang yang dilakukan Bhabinkamtibmas tidak hanya bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.

Melalui kunjungan tersebut, polisi memberikan motivasi sekaligus dukungan terhadap berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berdampak positif bagi lingkungan, termasuk pengembangan pertanian hidroponik sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Kapolsek Wonocolo, Kompol Haryoko Widhi, SH., MH., menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung berbagai kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemandirian pangan.

“Kami sangat mengapresiasi semangat warga dalam mengembangkan pertanian hidroponik. Program seperti ini memiliki manfaat besar karena mampu mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kebersamaan masyarakat, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi lingkungan sekitar,” ujar Kompol Haryoko, Jumat (12/6/2026).

Keberhasilan Kelompok Tani Hidroponik Jemur Wonosari menjadi contoh nyata bahwa pemanfaatan teknologi pertanian modern mampu mengubah kawasan permukiman menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Dengan dukungan masyarakat serta sinergi bersama kepolisian, program pertanian hidroponik diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan di Kota Surabaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *