MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Suasana tenang di lokasi latihan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di wilayah Kecamatan Saradan mendadak terusik. Sekelompok orang yang mengatasnamakan “PSHT JJ” mendatangi tempat latihan dan diduga melakukan tindakan intimidasi terhadap para siswa serta pelatih.
Peristiwa tersebut kini berbuntut panjang. Ketua Ranting Saradan, Moch Icdah Asyarin, secara resmi melaporkan oknum berinisial Welly bersama sejumlah rekannya ke Polres Madiun pada Kamis, 16 April 2026.
Laporan tersebut diajukan dengan pendampingan Tim Lembaga Hukum dan Advokasi (LHA) SH Terate Pusat Madiun. Langkah hukum ini diambil menyusul dugaan aksi provokasi serta gangguan ketertiban yang dinilai mencederai marwah organisasi.
Kelompok yang dipimpin Welly disebut datang ke lokasi latihan rutin sambil mengklaim legitimasi organisasi yang tidak sesuai dengan struktur resmi PSHT yang berpusat di Madiun. Kehadiran mereka memicu keresahan di tengah kegiatan latihan.

Perwakilan Tim LHA, Etar, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi.
“Kami tidak akan mentolerir aksi premanisme yang mencoba mengganggu kegiatan resmi organisasi. Laporan ke Polres Madiun ini adalah bentuk ketegasan kami bahwa SH Terate di bawah naungan Pusat Madiun memiliki legalitas hukum yang kuat. Kami meminta pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan terhadap saudara Welly dkk,” ujar Etar.
Pernyataan tegas juga disampaikan Dipa Kurnia yang menekankan pentingnya menjaga situasi kondusif di wilayah Madiun yang dikenal sebagai “Bumi Pendekar”.
“Segala bentuk tindakan yang mencoba memecah belah atau mengatasnamakan PSHT untuk kepentingan kelompok tertentu (JJ) tanpa dasar hukum yang sah akan kami hadapi secara hukum. Kami mengimbau seluruh warga SH Terate di Saradan untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, biarkan proses hukum berjalan di Polres Madiun,” tegasnya.
Dalam laporan tersebut, Moch Icdah Asyarin bersama tim penasihat hukum dari LHA turut menyerahkan sejumlah bukti terkait kedatangan kelompok tersebut. Pihak pelapor berharap aparat kepolisian segera memanggil oknum yang dilaporkan guna mencegah potensi gesekan fisik di lapangan.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan serta memastikan aktivitas latihan PSHT tetap berjalan tanpa gangguan.(T14)






