Bahana Bersahaja Madiun 2026: Infrastruktur, RTLH, dan UMKM Bancong Digenjot

  • Whatsapp
Foto: Kegiatan Bahana Bersahaja di Desa Bancong Madiun saat Bupati meninjau pembangunan jalan dan layanan masyarakat
Foto: Kegiatan Bahana Bersahaja di Desa Bancong Madiun saat Bupati meninjau pembangunan jalan dan layanan masyarakat

MADIUN, Nusantaraabadinews.com  – Program unggulan Pemerintah Kabupaten Madiun, Bakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera (Bahana Bersahaja), kembali digelar pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14–15 April 2026 ini dipusatkan di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, dengan menghadirkan layanan publik terpadu, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi membuka langsung rangkaian kegiatan sejak Selasa sore (14/4/2026). Kehadiran keduanya didampingi jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD, kepala OPD, camat, hingga TP PKK Kabupaten Madiun.

Bacaan Lainnya

Sambutan hangat warga Desa Bancong langsung terasa sejak rombongan tiba. Antusiasme masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa, menambah semarak suasana pembukaan.

Usai seremoni, rombongan meninjau pasar murah serta mengikuti pertandingan persahabatan bola voli bersama warga. Suasana semakin hidup dengan penampilan tari kolosal dari siswa MIN 2 Madiun, sebelum laga antara tim Pemkab Madiun melawan tim voli Desa Bancong berlangsung seru.

Foto: Kegiatan Bahana Bersahaja di Desa Bancong Madiun saat Bupati meninjau pembangunan jalan dan layanan masyarakat
Foto: Kegiatan Bahana Bersahaja di Desa Bancong Madiun saat Bupati meninjau pembangunan jalan dan layanan masyarakat

Memasuki malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan antara kepala daerah dan masyarakat. Dalam forum tersebut, Hari Wuryanto memaparkan visi misi Kabupaten Madiun Bersahaja serta berbagai layanan gratis yang dihadirkan langsung ke desa.

Forum ini juga diisi pemaparan program dari Forkopimda, sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun, sosialisasi Satpol PP, hingga hiburan seni dari padepokan Kirun CS yang turut memeriahkan malam kebersamaan.

Hari kedua, Rabu (15/4/2026), diisi dengan agenda yang lebih menyentuh langsung masyarakat. Bupati dan Wakil Bupati mengunjungi warga lanjut usia untuk menyerahkan bantuan, dilanjutkan kerja bakti rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pengaspalan jalan, serta peninjauan layanan kesehatan gratis dan bazar UMKM.

Dalam keterangannya, Hari Wuryanto menegaskan bahwa program RTLH dan pembangunan jalan merupakan bagian penting dari strategi pengentasan kemiskinan.

“Pengentasan kemiskinan itu jelas. Salah satu syarat bebas dari kemiskinan ya rumahnya harus layak huni. Kalau rumahnya tidak layak, berarti masih miskin. Selain itu, pengaspalan jalan juga untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ia menyebut, pembangunan jalan sepanjang 700 meter di Desa Bancong akan dilanjutkan dengan perawatan akses menuju Plumpung dan Wonoasri. Menurutnya, konektivitas yang baik akan memperlancar aktivitas ekonomi warga.

“Kalau jalannya bagus, warga berusaha lebih mudah. Mau ke sawah juga enak. Jalan yang baik akan mendukung ekonomi masyarakat,” katanya.

Selain infrastruktur, Pemkab Madiun juga menghadirkan berbagai layanan langsung di lokasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis hingga mobil rontgen untuk deteksi Tuberkulosis.

Tak hanya itu, tersedia pula layanan administrasi seperti pembuatan SIM, perizinan usaha, hingga job fair keliling yang membuka akses peluang kerja bagi masyarakat desa.

Menurut Hari Wuryanto, kondisi kesejahteraan warga Desa Bancong terus menunjukkan peningkatan signifikan. Ia menyebut jumlah rumah tidak layak huni kini tinggal satu unit.

“Bancong ini tinggal satu rumah yang perlu perhatian. Nanti akan kami telusuri lagi agar semuanya benar-benar layak, termasuk MCK-nya,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya gotong royong sebagai kekuatan sosial desa.

“Guyub rukun dan gotong royong harus terus dibudayakan. Kalau ada warga sakit atau butuh bantuan, segera bisa diketahui dan dibantu bersama,” tegasnya.

Di sektor ekonomi, Desa Bancong dinilai memiliki potensi besar, khususnya di bidang pertanian. Dengan luas lahan mencapai 145 hektare yang didukung 10 sumur sibel, desa ini relatif aman dari ancaman kekeringan.

Selain itu, geliat UMKM juga menjadi kekuatan tersendiri. Produk lokal seperti olahan susu kedelai menjadi contoh potensi yang siap dikembangkan lebih jauh.

“UMKM-nya banyak, ibu-ibunya juga luar biasa. Kemarin saya disuguhi susu kedelai. Ini potensi yang bagus untuk terus dikembangkan,” pungkasnya.(T14/M3RRY)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *