SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PPP, Muhaimin SH MM, kembali turun langsung ke tengah masyarakat dalam agenda Reses Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang Kedua Tahun Anggaran 2026. Kali ini, kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat digelar bersama warga RW 10 Bendul merisi, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan.
Kegiatan yang berlangsung di Balai RW 10, Jalan Bendul Merisi Selatan IX, Kecamatan Wonocolo, Surabaya tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat. Mulai dari perwakilan sembilan RT, ibu-ibu PKK, Karang Taruna, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, hingga pimpinan gereja DKI Herlina bersama jajaran pengurus Gereja Bendul Merisi turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa kuat. Seluruh peserta dengan khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan semangat kebangsaan. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama demi kelancaran acara sekaligus memohon keberkahan bagi masyarakat Kota Surabaya.
Dalam sambutannya, Muhaimin atau yang akrab disapa Cak Imin menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal anggota legislatif, melainkan momentum penting untuk mendengar secara langsung kebutuhan serta persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat bawah.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan warga sangat diperlukan agar program pembangunan dan kebijakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan reses ini kami
ingin mempererat silaturahmi sekaligus menyerap berbagai aspirasi warga agar dapat diperjuangkan di DPRD Kota Surabaya,” ujar Cak Imin di hadapan peserta yang hadir.

Ia menjelaskan, sebagai anggota Komisi A DPRD Surabaya, dirinya memiliki tanggung jawab untuk terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar berbagai persoalan dapat segera ditindaklanjuti melalui jalur pemerintahan maupun pembahasan di DPRD.
Dalam dialog bersama warga, berbagai aspirasi dan masukan disampaikan secara terbuka. Beberapa warga menyampaikan kebutuhan peningkatan fasilitas umum, perbaikan lingkungan, saluran drainase, serta penguatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan terhadap UMKM lokal.
Selain itu, perhatian terhadap kegiatan kepemudaan juga menjadi salah satu topik yang cukup banyak dibahas. Warga berharap adanya dukungan lebih besar terhadap kegiatan Karang Taruna agar generasi muda memiliki ruang positif untuk berkembang sekaligus terhindar dari pengaruh negatif pergaulan bebas maupun penyalahgunaan narkoba.
Tidak hanya itu, unsur sosial kemasyarakatan dan kerukunan antar umat beragama juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan gereja bersama pengurus Gereja Bendul Merisi dinilai menjadi simbol kuat harmonisasi dan kebersamaan masyarakat di wilayah Bendul merisi yang selama ini hidup berdampingan dengan baik.
Perwakilan tokoh masyarakat mengapresiasi langkah Cak Imin yang dinilai konsisten hadir di tengah warga untuk mendengar langsung berbagai kebutuhan masyarakat tanpa sekat.


“Kami merasa senang karena aspirasi warga benar-benar didengar secara langsung. Harapan kami tentu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa diperjuangkan dan direalisasikan,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Hal senada juga disampaikan sejumlah pelaku UMKM yang berharap adanya dukungan berkelanjutan berupa pelatihan, bantuan promosi, hingga akses permodalan agar usaha kecil masyarakat bisa semakin berkembang di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Cak Imin menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi yang masuk agar dapat dibahas bersama pemerintah kota dan instansi terkait sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia juga menilai partisipasi aktif masyarakat dalam forum reses menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah. Dengan adanya komunikasi dua arah antara warga dan wakil rakyat, berbagai persoalan di lingkungan dapat lebih cepat diketahui sekaligus dicarikan solusi bersama.
Suasana reses berlangsung hangat, penuh dialog, dan kekeluargaan. Warga tampak antusias menyampaikan pendapat maupun harapan mereka terkait pembangunan di wilayah Bendul merisi dan Kota Surabaya secara umum.
Di akhir kegiatan, acara ditutup dengan dialog interaktif dan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan komitmen bersama dalam membangun Kota Surabaya yang lebih maju, harmonis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Abie)






