Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Jadi Narasumber Talk Show HANI 2026, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba hingga ke Akar

  • Whatsapp
IMG 20260627 WA0030

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Semangat memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus digaungkan dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026. Berbagai elemen masyarakat, akademisi, praktisi hukum, hingga aparat penegak hukum bersatu menyuarakan komitmen bersama untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba melalui kegiatan Talk Show HANI 2026 yang mengangkat tema “Kesehatan untuk Keadilan dan Keadilan untuk Kesehatan.”

Salah satu tokoh yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Adik Agus Putrawan. Perwira yang menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak itu didapuk sebagai narasumber sekaligus tamu kehormatan untuk berbagi pengalaman dan strategi dalam pemberantasan tindak pidana narkotika.

Talk show yang berlangsung penuh antusias ini dihadiri berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, pegiat anti narkoba, praktisi hukum, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Selain AKP Adik Agus Putrawan, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, yakni M. Sholehuddin, Ketua Departemen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya, Dita Amelia selaku Direktur Plato Foundation, serta Sugeng Hadi Kartono, Direktur Utama Adil Paranata Law Firm.

Ketua Panitia Talk Show HANI 2026, Dea Milenia, mengatakan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian berbagai elemen masyarakat dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional sekaligus memperkuat sinergi dalam perang melawan narkoba.

Menurutnya, penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius bagi bangsa sehingga diperlukan gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

IMG 20260627 WA0029“Melalui kegiatan ini kami ingin menggelorakan semangat perang terhadap narkoba. Kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menggempur dan memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya,” tegas Dea.

Ia menjelaskan, gerakan tersebut mendapat dukungan dari tujuh organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) pegiat anti narkoba. Selain itu, para akademisi, praktisi hukum, serta pemerhati sosial juga ikut memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dari berbagai sudut pandang, baik aspek hukum, kesehatan, maupun rehabilitasi.

Dalam sesi pemaparannya, AKP Adik Agus Putrawan memaparkan berbagai strategi yang diterapkan Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam memberantas jaringan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

Ia mengungkapkan, selama kurang lebih empat bulan menjabat sebagai Kasat Resnarkoba, jajarannya berhasil mengungkap sekitar 600 kasus narkotika, sebuah capaian yang menunjukkan keseriusan aparat dalam menindak pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang selalu mengedepankan strategi penegakan hukum secara terukur dan profesional.

“Sebelum melakukan penindakan, kami selalu melakukan kontrol, pemetaan, dan pengintaian secara teliti agar operasi berjalan efektif. Alhamdulillah, hasil kerja keras tim mendapat apresiasi dari berbagai jajaran kepolisian lainnya,” ujar AKP Adik Agus Putrawan.

Ia menjelaskan bahwa setiap operasi penangkapan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan yang matang sehingga tindakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan mampu memutus mata rantai jaringan peredaran narkotika.

Lebih lanjut, AKP Adik Agus menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum. Menurutnya, keberhasilan perang melawan narkotika membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan.

Ia berharap kegiatan edukatif seperti Talk Show HANI dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkoba sekaligus membangun budaya hidup sehat tanpa narkotika.

Melalui forum seperti ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami dampak buruk penyalahgunaan narkoba, tetapi juga memiliki keberanian untuk ikut berperan aktif memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkotika di lingkungannya.

Menutup pemaparannya, AKP Adik Agus Putrawan mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Hari Anti Narkotika Internasional sebagai penguat komitmen bersama dalam menyelamatkan generasi muda Indonesia.

“Selamat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional. Mari kita satukan langkah untuk menyelamatkan generasi bangsa. Narkoba harus sirna dari muka bumi Indonesia,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi antara aparat penegak hukum, akademisi, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa, diharapkan upaya pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan edukasi tentang bahaya narkotika dapat semakin efektif, sehingga Indonesia mampu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *