Dua Tahun Suara Merdeka Surabaya, Satu Tahun Suara Merdeka Jatim: Menjaga Akurasi di Tengah Derasnya Arus Informasi

  • Whatsapp
IMG 20260811 WA0065

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Perkembangan teknologi digital membuat arus informasi bergerak semakin cepat. Berbagai kabar mengenai peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat dapat tersebar hanya dalam hitungan detik melalui media sosial, portal berita, maupun berbagai platform digital lainnya.

Di satu sisi, kondisi tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan besar, terutama berkaitan dengan akurasi, verifikasi, konteks, dan kualitas informasi yang diterima publik.

Di tengah situasi tersebut, keberadaan media massa dinilai tetap memiliki peran strategis. Media tidak hanya dituntut mampu menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga harus memastikan setiap berita memiliki dasar data yang kuat, berimbang, akurat, serta memberikan konteks agar masyarakat dapat memahami suatu persoalan secara utuh.

Semangat tersebut menjadi salah satu refleksi dalam peringatan dua tahun Suara Merdeka Surabaya dan satu tahun Suara Merdeka Jawa Timur.

Momentum tersebut ditandai dengan kegiatan tasyakuran dan doa bersama yang digelar di Museum Bank Indonesia atau De Javasche Bank Surabaya, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan mengangkat tema “Inspirasi, Akurasi, Literasi”. Tema tersebut menjadi gambaran komitmen Suara Merdeka dalam menjalankan fungsi jurnalistik di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin dinamis.

Redaktur Suara Merdeka Jatim, Andika Ismawan, mengatakan perjalanan Suara Merdeka Surabaya selama dua tahun dan Suara Merdeka Jawa Timur selama satu tahun bukanlah perjalanan yang mudah.

Menurutnya, perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi informasi menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi media.

Masyarakat kini memiliki banyak pilihan sumber informasi. Kecepatan menjadi salah satu faktor yang ikut menentukan bagaimana sebuah informasi diterima dan disebarluaskan.

Namun, kata Andika, kecepatan tidak boleh mengesampingkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.

“Alhamdulillah, Suara Merdeka Surabaya genap berusia dua tahun, Suara Merdeka Jawa Timur satu tahun. Perjalanan panjang dan tak semudah dibayangkan, kami menjaga objektivitas dan kredibilitas pemberitaan,” kata Andika.

Ia menjelaskan, tema Inspirasi, Akurasi, Literasi tidak sekadar menjadi slogan dalam peringatan ulang tahun. Ketiga unsur tersebut merupakan bagian yang saling berkaitan dalam membangun kerja jurnalistik yang mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

Inspirasi, menurut Andika, berkaitan dengan peran media dalam ikut mendorong pembangunan dan menghadirkan berbagai kisah maupun gagasan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Sementara akurasi menjadi fondasi utama dalam menyampaikan informasi. Media dituntut untuk memastikan data dan fakta yang disajikan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Sedangkan literasi menjadi bagian penting agar masyarakat tidak sekadar memperoleh informasi, tetapi juga mampu memahami persoalan yang diberitakan secara lebih komprehensif.

IMG 20260811 WA0062“Inspirasi, yakni kita sebagai media turut membangun negeri. Sebagaimana pergolakan masyarakat juga memberikan inspirasi. Kemudian akurasi. Sebagai insan media dan perwujudan pilar demokrasi ke-4, kita harus bertanggung jawab. Hadir membersamai. Menghadirkan data akurat, agar sajian informasi mengandung literasi dan diskursus bagi masyarakat,” bebernya.

Derasnya arus informasi di era digital membuat masyarakat dapat menerima berbagai informasi dari banyak sumber dalam waktu hampir bersamaan.

Satu peristiwa dapat diberitakan oleh media massa, dibicarakan di media sosial, kemudian berkembang menjadi berbagai narasi di tengah masyarakat.

Kondisi tersebut membuat keberadaan media profesional dinilai semakin dibutuhkan sebagai salah satu rujukan informasi yang dapat memberikan konteks sekaligus melakukan verifikasi terhadap berbagai fakta.

Kepala Divisi Implementasi SP, Pengawasan SP PUR & Perlindungan Konsumen Bank Indonesia Jawa Timur, Christovenny, menilai media mempunyai tanggung jawab penting untuk menjadi penyeimbang di tengah derasnya arus informasi.

“Media hadir sebagai penyeimbang narasi, menjaga persepsi masyarakat untuk tetap optimis. Pendorong inovasi di era digital,” jelas Christovenny.

Menurutnya, media juga mempunyai posisi strategis dalam menyampaikan informasi, termasuk informasi terkait kondisi dan perkembangan ekonomi.

Bagi Bank Indonesia, kolaborasi dengan media menjadi bagian penting untuk memastikan informasi ekonomi dapat diterima masyarakat dengan baik.

IMG 20260811 WA0061 IMG 20260811 WA0064

“Bagi Bank Indonesia, kami bergandengan dengan media, menjadi mitra strategis. Bersama mengawal pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Christovenny.

Ia berharap Suara Merdeka dapat terus mempertahankan konsistensi dalam menjalankan fungsi jurnalistik sekaligus menghadirkan inovasi di tengah perkembangan teknologi.

“Harapannya, Suara Merdeka jadi media inovatif dan konsisten mencerdaskan masyarakat Indonesia,” tutupnya.

Pandangan mengenai tantangan media di era digital juga disampaikan Konsul Jenderal Australia Surabaya, Glen Askew.

Menurut Glen, masyarakat saat ini menghadapi arus informasi yang sangat cepat. Namun, kecepatan tersebut tidak selalu berjalan beriringan dengan kualitas informasi.

“Media yang baik sangat sulit dijangkau. Arus informasi bergerak sangat cepat. Bagi kami, Suara Merdeka telah jadi bagian tersebut,” jelas Glen.

Ia berharap Suara Merdeka dapat terus berkembang dan mampu membaca berbagai dinamika maupun persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, media mempunyai peran penting untuk membantu masyarakat memahami berbagai peristiwa secara lebih mendalam.

“Selamat ulang tahun, semakin panjang dan bermakna, memahami apa yang terjadi,” tutup Glen.

Sementara itu, Asisten 1 Setda Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat menyoroti perkembangan penggunaan internet yang semakin tinggi di masyarakat.

Mengacu pada data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang disampaikannya, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 235 juta orang atau setara dengan penetrasi sebesar 81,7 persen.

Jawa Timur bahkan disebut memiliki tingkat penetrasi internet yang lebih tinggi dibandingkan angka nasional, yakni mencapai 84 persen.

Tingginya angka tersebut menunjukkan masyarakat Jawa Timur semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

IMG 20260811 WA0063“Hal ini menegaskan Jawa Timur masyarakatnya adaptif dan melek digital. Juga melek komunikasi,” kata Imam.

Namun, tingginya penetrasi internet juga membawa konsekuensi bagi dunia media. Semakin banyak masyarakat yang memiliki akses terhadap informasi berarti semakin besar pula tantangan dalam memastikan informasi yang beredar memiliki kualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, media dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan dalam menyampaikan berita.

Pemberitaan yang akurat, berimbang, memiliki konteks, serta mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tetap menjadi kebutuhan penting.

Imam berharap kehadiran Suara Merdeka dapat semakin memperkuat ekosistem informasi di Jawa Timur.

“Dengan adanya Suara Merdeka, nafas pemberitaan diharapkan menghasilkan output yang optimal. Memperkuat kolaborasi terhadap pemerintah provinsi maupun daerah,” tutup Imam.

Peringatan dua tahun Suara Merdeka Surabaya dan satu tahun Suara Merdeka Jawa Timur tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi momentum untuk menandai bertambahnya usia.

Lebih dari itu, tasyakuran dan doa bersama menjadi ruang refleksi terhadap perjalanan media sekaligus tanggung jawab yang melekat dalam setiap produk jurnalistik.

Di tengah perubahan lanskap informasi, media menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Masyarakat memiliki akses yang semakin luas, sementara informasi dapat menyebar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam kondisi tersebut, media dituntut untuk tetap menjaga kepercayaan publik.

Kecepatan memang menjadi bagian penting dalam kerja jurnalistik. Namun, kecepatan tanpa akurasi berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Karena itu, tantangan media saat ini bukan semata-mata mengenai siapa yang paling cepat memberitakan sebuah peristiwa.

Lebih jauh, tantangannya adalah siapa yang mampu menghadirkan informasi yang benar, terverifikasi, memiliki konteks, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami sebuah persoalan secara lebih utuh.

Semangat tersebut sejalan dengan tema “Inspirasi, Akurasi, Literasi” yang diusung dalam peringatan dua tahun Suara Merdeka Surabaya dan satu tahun Suara Merdeka Jawa Timur.

Melalui tema tersebut, Suara Merdeka menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga kualitas pemberitaan, serta mengambil bagian dalam membangun ekosistem informasi yang sehat di Jawa Timur.

Di tengah derasnya arus digital, media pada akhirnya tidak hanya dituntut menjadi penyampai kabar, tetapi juga menjadi penjaga kualitas informasi dan bagian dari upaya mencerdaskan masyarakat. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *