Melawan ‘Monster Plastik’ dari Bangku Sekolah: BEM UNAIR Ubah Sampah Galon Jadi Pot Tanaman Kreatif

  • Whatsapp
IMG 20260825 WA0049

MOJOKERTO, Nusantraaabadinews.com Kementerian Lingkungan Hidup Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan “Harmoni Alam” yang diikuti ±14 siswa SDN Dilem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026). Aksi kepedulian lingkungan yang menjadi bagian dari program kerja Jagawana 5.0 ini bertujuan mengedukasi siswa mengenai pengelolaan sampah plastik sejak dini melalui konsep pemanfaatan kembali (reuse).

Penanggung Jawab (PIC) Harmoni Alam, Stekina Yolanda Pencawan, menjelaskan bahwa program bertajuk “Sulap Galon Bekas Jadi Rumah Hijau” ini dikemas interaktif lewat narasi edukatif “Pahlawan vs Monster Plastik”. Konsep ini dirancang untuk mengasah kreativitas siswa sekaligus membangun kesadaran lingkungan secara menyenangkan.

“Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi anak-anak untuk memahami konsep reuse galon bekas. Melalui proses dekorasi pot, mereka belajar bahwa barang bekas bisa bernilai manfaat kembali,” ujar mahasiswi Ilmu Politik UNAIR tersebut.

Guna memastikan proses pembuatan pot berjalan lancar dan aman mengingat media galon plastik tebal membutuhkan alat potong, panitia menerapkan sistem pendampingan ketat. Para siswa tersebut dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, di mana setiap kelompok didampingi dua orang mahasiswa pembimbing. Para pembimbing mengarahkan seluruh tahapan, mulai dari pemotongan, pembersihan, hingga proses pengerjaan dekorasi pot.

IMG 20260825 WA0050Setelah pot kreatif selesai dibuat, aksi hijau dilanjutkan dengan tahap penanaman lima bibit tanaman buah yang terdiri dari dua bibit alpukat, dua bibit sirsak, dan satu bibit juwet. Antusiasme siswa terlihat tinggi sepanjang rangkaian kegiatan, mulai dari melukis karakter pada galon hingga memasukkan media tanah.

Meski panitia sempat menghadapi tantangan dalam mengarahkan perhatian anak-anak yang sangat aktif, seluruh rangkaian acara tetap berlangsung kondusif dan lancar.

Melalui edukasi yang berdampak ini, BEM UNAIR berharap nilai kepedulian lingkungan tertanam kuat dalam diri para siswa secara berkelanjutan.

“Pesan utama Harmoni Alam adalah agar anak-anak memahami pentingnya reuse dan pengurangan sampah plastik. Harapan ke depannya, mereka dapat konsisten menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle) dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Stekina. (Red)

 

Penulis: Gustyosih Chesta Pramesti
Jurusan: Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Airlangga

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *