SIDOARJO, Nusantarabadinews.com — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan melalui kegiatan Skrining Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (15/9/2026) tersebut dilaksanakan melalui sinergi antara Rutan Kelas I Surabaya, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dan Puskesmas Sedati. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendukung deteksi dini TBC bagi warga binaan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas Puskesmas Sedati melakukan skrining terhadap warga binaan sebagai langkah awal untuk menemukan potensi gejala Tuberkulosis sedini mungkin.
Selain skrining gejala TBC, pemeriksaan kesehatan juga mencakup pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, hingga pemeriksaan kadar gula darah.
Pemeriksaan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan warga binaan secara lebih menyeluruh. Hasil pemeriksaan selanjutnya dapat menjadi bahan bagi petugas kesehatan dalam menentukan langkah tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing.
Di sisi lain, petugas kesehatan Rutan Kelas I Surabaya turut memberikan edukasi kepada warga binaan mengenai pentingnya mengenali gejala TBC, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya menyampaikan bahwa skrining TBC terintegrasi CKG merupakan bagian dari komitmen Rutan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh warga binaan.
“Deteksi dini merupakan langkah penting dalam mencegah penyebaran TBC, khususnya di lingkungan hunian dengan jumlah penghuni yang cukup banyak. Melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dan Puskesmas Sedati, kami berharap setiap potensi kasus dapat ditemukan lebih awal sehingga dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur medis,” ungkapnya.
Menurutnya, deteksi dini memiliki peran penting dalam mengantisipasi penyebaran penyakit menular, terutama di lingkungan hunian yang dihuni banyak orang. Karena itu, sinergi dengan instansi kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat.
Pelaksanaan CKG tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kondisi kesehatan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran warga binaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Hasil pemeriksaan dapat digunakan sebagai dasar bagi petugas kesehatan untuk menentukan tindak lanjut, mulai dari pemberian edukasi dan pemantauan kondisi kesehatan hingga rujukan medis apabila diperlukan.
Sinergi Rutan Kelas I Surabaya bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dan Puskesmas Sedati sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang bersifat preventif, promotif, dan responsif bagi warga binaan.
Pelaksanaan skrining TBC yang terintegrasi dengan CKG secara berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan lingkungan Rutan yang semakin sehat. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam mempercepat penanggulangan hingga eliminasi Tuberkulosis di Indonesia.






