Pelatihan Vokasi PEKKA di Madiun Dorong Perempuan Mandiri dan Perkuat Ekonomi Keluarga

  • Whatsapp
Foto: Bupati Madiun Hari Wuryanto menghadiri pelatihan keterampilan vokasi dan kewirausahaan bagi perempuan kepala keluarga di Pendopo Muda Graha
Foto: Bupati Madiun Hari Wuryanto menghadiri pelatihan keterampilan vokasi dan kewirausahaan bagi perempuan kepala keluarga di Pendopo Muda Graha

MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat pemberdayaan perempuan melalui peningkatan keterampilan dan kapasitas ekonomi. Salah satunya diwujudkan lewat Pelatihan Keterampilan Vokasi dan Kewirausahaan bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dan Lembaga Organisasi Perempuan di Kabupaten Madiun.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Muda Graha, Selasa (22/9/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong perempuan agar memiliki keterampilan produktif sekaligus mampu mengembangkan potensi ekonomi untuk menopang kesejahteraan keluarga.

Bacaan Lainnya

Pelatihan dihadiri Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas PPKB dan PPPA, sejumlah kepala OPD terkait, Penasihat Utama GOW Kabupaten Madiun Erny Hari Wuryanto, Ketua GOW Kabupaten Madiun Fitria Purnomo Hadi, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Madiun, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Madiun atau yang mewakili, serta para peserta yang terdiri dari perempuan kepala keluarga dan perwakilan organisasi perempuan.

Bupati Madiun H. Hari Wuryanto memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi keluarga, terutama melalui peningkatan keterampilan dan kesempatan untuk mengembangkan usaha.

Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena itu, dukungan terhadap perempuan perlu terus diperkuat agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara produktif.

“Ini kegiatan yang luar biasa yang dilakukan oleh Gabungan Organisasi Wanita dalam rangka memperkuat ekonomi keluarga. Harapan kami, dengan kondisi yang saat ini,di era efisiensi ini betul-betul perempuan juga bisa berdaya membantu ekonomi keluarga,” ungkap Bupati.

Menurut Hari Wuryanto, pelatihan tidak cukup berhenti pada pemberian materi dan keterampilan. Peserta juga membutuhkan pendampingan agar kemampuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Untuk memastikan keterampilan peserta dapat berlanjut menjadi kegiatan usaha, Pemkab Madiun berencana melibatkan perangkat daerah terkait. Salah satunya melalui Dinas Koperasi dan UMKM yang diharapkan dapat memberikan pendampingan dalam pengembangan usaha peserta.

“Nanti dari teman-teman… kita hadirkan juga dari Dinas Koperasi dan UMKM, supaya nanti dia bisa memberikan pendampingan di dalam kegiatan usaha mereka,” jelasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi peserta, tidak hanya dalam meningkatkan keterampilan produksi, tetapi juga dalam memahami pengelolaan dan pengembangan usaha.

Dengan adanya sinergi antarperangkat daerah, program pemberdayaan perempuan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kemandirian ekonomi peserta.

Kepala Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Madiun Hendro Suwondo menjelaskan, pelatihan tersebut secara khusus menyasar perempuan kepala keluarga yang menjalankan peran sebagai ibu sekaligus kepala keluarga.

Kondisi tersebut dapat terjadi karena berbagai faktor, antara lain perceraian, suami tidak bekerja, maupun kondisi keluarga lainnya yang membuat perempuan harus mengambil peran utama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, pemerintah memberikan fasilitasi untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan para perempuan kepala keluarga agar mampu memperkuat perekonomian keluarganya.

Materi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada keterampilan praktik, tetapi juga mencakup manajemen usaha. Peserta dibekali kemampuan membuat produk yang memiliki nilai jual sekaligus pengetahuan mengenai pengelolaan usaha.

Peningkatan keterampilan tersebut diharapkan menjadi modal bagi peserta untuk mengembangkan usaha secara mandiri sesuai potensi dan peluang yang tersedia di lingkungan masing-masing.

Pemkab Madiun berharap pelatihan keterampilan vokasi dan kewirausahaan dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kemandirian perempuan kepala keluarga.

Keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan peserta, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi usaha dan sumber pendapatan baru bagi keluarga.

Selain pelatihan, keberlanjutan program melalui pendampingan dan penguatan jejaring usaha menjadi faktor penting agar para peserta mampu mengembangkan usaha secara bertahap.

Dengan penguatan kapasitas, akses pendampingan, serta dukungan lintas organisasi perangkat daerah, perempuan kepala keluarga di Kabupaten Madiun diharapkan semakin berdaya dan mampu mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ketahanan serta kesejahteraan keluarga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *