Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Kenjeran Hasilkan 6,5 Ton Jagung dari Lahan 1 Hektar

  • Whatsapp
Img 20250514 Wa0084
Kapolsek Kenjeran pimpin panen jagung manis bersama kelompok tani di Tambak Wedi, Surabaya

TANJUNGPERAK, Nusantaraabadinews.com – Polres Pelabuhan Tanjung Perak kembali membuktikan komitmennya terhadap Program Nasional Ketahanan Pangan. Untuk kedelapan kalinya, panen raya jagung manis sukses digelar di lahan produktif milik Pemkot Surabaya yang dikelola oleh Polsek Kenjeran bersama kelompok tani lokal. Kegiatan panen berlangsung pada Rabu, 14 Mei 2025, di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran.

Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto, didampingi jajaran Kanit dan anggota Polsek Kenjeran. Hadir pula Kelompok Tani Nandur Makmur dan tokoh masyarakat sekitar yang ikut menyemarakkan acara di lahan seluas 0,2 hektar.

Bacaan Lainnya

Acara dimulai dengan apel pagi di lokasi panen, dipimpin Kompol Yuyus. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan panen jagung manis secara simbolis oleh Kapolsek. Dari hasil panen kali ini, tercatat sebanyak 330 kilogram jagung manis berhasil dipanen dan seluruhnya langsung dibeli oleh warga sekitar.

Img 20250514 Wa0084
Kapolsek Kenjeran pimpin panen jagung manis bersama kelompok tani di Tambak Wedi, Surabaya

“Panen ini merupakan langkah konkret kami dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan program Asta Cita Presiden RI,” tegas Kompol Yuyus.

Ia menjelaskan bahwa total lahan ketahanan pangan yang dimanfaatkan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak di wilayah tersebut mencapai 1 hektar, yang secara berkala ditanami jagung manis dan jagung hibrida.

Selama periode November 2024 hingga Mei 2025, dari lahan seluas 1 hektar tersebut telah berhasil diproduksi 6.560 kilogram jagung, baik jagung manis maupun hibrida.

“Sistem tanam kami lakukan secara bergiliran. Ini bertujuan agar proses distribusi dan pemasaran hasil panen dapat dilakukan lebih efisien oleh para petani,” jelasnya.

Panen kali ini juga merupakan bagian dari respons cepat terhadap ancaman hama tikus yang menyerang sebagian tanaman jagung.

“Beberapa area yang siap panen terpaksa kami percepat karena diserang hama tikus. Kami telah berkoordinasi dengan PPL pertanian untuk menangani hal ini,” pungkas Kompol Yuyus.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mencerminkan sinergi yang baik antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, petani, dan masyarakat dalam menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *