Cegah Anemia Dengan Cendol Daun Kelor dan Dimsum Bayam Hasil Inovasi Fakultas Farmasi Unair

  • Whatsapp
Img 20250613 Wa0095
Foto kader TOGA Lamongan memamerkan produk cendol daun kelor dan dimsum bayam karya kolaborasi dengan tim Fakultas Farmasi Unair.

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya prakarsai terobosan inovatif di bidang kesehatan dan gizi.

Melalui program pengabdian masyarakat, tim yang diketuai Dr. Idha Kusumawati ini meluncurkan produk-produk inovatifnya di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Img 20250613 Wa0095
Foto kader TOGA Lamongan memamerkan produk cendol daun kelor dan dimsum bayam karya kolaborasi dengan tim Fakultas Farmasi Unair.

Produk produk inovatif Fakultas Farmasi Unair adalah cendol daun kelor dan dimsum bayam. Produk-produk ini ditujukan untuk mengatasi masalah anemia pada remaja putri, yang seringkali enggan mengonsumsi sayuran.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberdayakan dan mendampingi kader Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dari Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Melalui pendampingan ini, kader TOGA diberikan pelatihan dan dukungan untuk mengembangkan produk-produk inovatif yang tidak hanya bergizi tinggi tetapi juga menarik bagi remaja putri.

Dr. Idha Kusumawati mengungkapkan bahwa program ini adalah lanjutan dari kegiatan tahun lalu yang fokus pada pencegahan stunting pada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Tahun ini, kami memfokuskan pada remaja putri, yang merupakan kelompok rentan terhadap anemia. Kami berharap dengan produk-produk inovatif ini, remaja putri lebih tertarik untuk mengonsumsi sayuran,” ungkap Dr. Idha.

Kegiatan yang dilaksanakan Kamis (12/06/25) di MAN 2 Babat ini berfokus pada dua hal utama, yakni melakukan edukasi tentang pentingnya mencegah anemia pada remaja putri dan memberikan kesempatan bagi kader TOGA Desa Kebalanpelang untuk mengekspose produknya ke pasaran.

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius, terutama pada remaja putri. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan kronis, penurunan daya tahan tubuh, dan bahkan masalah perkembangan fisik dan mental.

Salah satu penyebab utama anemia adalah kekurangan zat besi dalam tubuh. Sayuran hijau, seperti daun kelor dan bayam, adalah sumber zat besi yang sangat baik.

Namun banyak remaja putri yang tidak suka mengonsumsi sayuran karena rasanya yang kurang disukai atau karena kebiasaan makan yang tidak sehat.

Pada tahun lalu dalam pendampingan pembuatan produk dari TOGA untuk stunting, dua produk inovatif yang dipilih untuk kegiatan ini adalah cendol daun kelor dan dimsum bayam.

Kedua produk ini dirancang untuk menarik minat remaja putri agar lebih suka mengonsumsi sayuran. Cendol daun kelor adalah inovasi yang dibuat dengan menyesuaiakan minuman kekinian yang disukai generasi masa kini yang tidak hanya nikmat tapi juga kaya nutrisi.

Demikian juga dengan dimsum bayam, dimana dimsum juga merupakan salah satu makanan kekinian yang disukai para remaja, menjadikannya sebuah inovasi lain yang menarik.

Bayam yang kaya zat besi diolah menjadi isian dimsum sehingga tidak hanya terlihat menarik tapi juga memiliki rasa yang enak, sehingga mudah diterima oleh remaja putri.

Inovasi cendol daun kelor dan dimsum bayam oleh kader Asman TOGA Desa Kebalanpelang dan tim dari UNAIR adalah langkah yang sangat baik dalam mengatasi masalah anemia pada remaja putri.

Dengan menggabungkan sayuran dengan makanan yang disukai remaja putri, program ini tidak hanya meningkatkan asupan zat besi tapi juga menarik minat mereka untuk mengonsumsi sayuran.

Harapannya, inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain dalam menciptakan solusi kreatif untuk masalah kesehatan dan gizi. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *