‎Wartawan Jatim Hari ini Tertipu Jual Beli Online

  • Whatsapp
Img 20250819 Wa0179

Madiun- senin 18 Agustus 2025, berniat menyenangkan anak malah nasib sial menimpa salah satu wartawan jatimhariini.com (DS).
‎berawal dari anaknya minta dibelikan motor trail mini, akhirnya DS mencoba mencari di marketplace facebook, tergiur dengan harga miring pada salah satu iklan di facebook DS mengklik iklan tersebut dan langsung terhubung kepada si penjual.

‎awal mula chatingan berjalan lancar dan berlanjut telephone dan video call, begitu meyakinnyanya si penjual DS tidak fikir panjang lagi untuk transfer sejumlah dana kepada si penjual.

‎penjual menggunakan nama Gugun Gunawan beralamat di pasuruhan, dalam modus operandinya menawarkan simulasi pembayaran via transfer setelah barang di antar ke kantor pos dan terbit resi.
‎ tidak cuma itu saja bahkan perjalanan menuju kantor pos bersama anaknya pun di videokan dan di kirim ke DS, video berlanjut setelah berada di kantor pos dan di packing oleh pegawai kantor pos, tidak berselang lama ada notif wa yang di terima oleh DS dari nomor yang mengaku dari pihak kantor pos mengkonfirmasi terkait dengan paket yang hendak di kirim dan memberikan link untuk mengecek no resi yang di kirim oleh gugun gunawan.

‎Dengan serta merta DS mengecek resi pada link tersebut dan tertera validitas resi nya, tanpa fikir panjang lagi DS langsung menyuruh adiknya untuk transfer 2.600.000 pada rekening atas nama gugun gunawan.

‎setelah proses pembayaran selesai gugun gunawan masih meyakinkan lagi dengan chat yang sopan dan tidak menimbulkan kecurigaan sama sekali.

‎beberapa jam berselang DS mencoba tracking resi pada aplikasi pos.id karena ingin mengabarkan pada istri nya posisi paket sampai dimana, dan ternyata setelah di cek resi tidak terdaftar, DS mulai curiga lalu berusaha menghubungi gugun gunawan dan nomor yang mengaku kantor pos, sampai di titik ini pun baik gugun maupun pihak kantor pos masih bisa di ajak komunikasi dengan baik, namun selang beberapa menit semua chatingan di hapus oleh mereka dan DS baru sadar kalau jadi korban penipuan.

‎karena sudah merasa menjadi korban penipuan maka DS mencoba konsultasi kepada kanitreskrimum ( Ichsan ) polres madiun melalu WA, menurutnya kasus-kasus seperti ini sudah sering terjadi dan pengungkapan jaringan penipuan melalui media online seperti ini memerlukan penanganan yang kompleks.

‎”buat laporan mas nanti coba akan kita bantu untuk tracking nomor rekening dan nomor wa yang digunakan pelaku. “saran dari kanitreskrimum polres Madiun

‎walaupun tidak menjanjikan penanganan maksimal tapi dari kasus yang saya alami ini bisa di ambil pembelaran penting bagi masyarakat di era media sosial yang nyaris tanpa sekat seperti sekarang ini nasip apes bisa mengenai siapa saja termasuk saya yang notabene nya berprofesi wartawan dan asisten advokat salah satu kantor hukum, sikap terburu buru dan tidak tenang dalam mengambil keputusan membuat saya menjadi korban penipuan ujar DS.(Tia/Merry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *